Lendir`kuBasah

Hot

Post Top Ad

LightBlog

Post Top Ad

Your Ad Spot

Jumat, 03 Mei 2019

Cerita Dewasa Lunturnya Iman Ummi Laffa

Mei 03, 2019
minggu Sebelum kejadian pemerkosaan yang dialami menantunya Jessi atau ummu Riska. Sang mertua yang bernama Ummi Laffa terlebih dahulu dinodai oleh seorang pemuda. Semua berawal dari perjalanan pulang dirinya dari rumah anak perempuannya yang bernama Aisyah.


Ummu Laffa mertua Ummu Riska adalah wanita dengan usia 47 tahun. Namun di usia yang sudah memasuki setengah abad itu masih tampak wajah serta kulitnya tak menemui kekeriputan. Bahkan tubuh dan kulitnya seperti wanita berusia 30 tahunan. Banyak sebenarnya laki-laki baik itu tua maupun muda yang terpesona oleh kemolekan tubuh ummu Laffa. Namun mereka hanya bisa membayangkan untuk bisa memilikinya tanpa pernah mendekati dirinya. Ummu Laffa sudah 3 tahun ini menjadi seorang janda. Suaminya sudah berpulang karena sakit yang diderita. Kini ia tinggal dirumah 2 anaknya secara bergantian.

Jam menunjukkan pukul 7 malam disebuah terminal. Tampak seorang wanita cantik yang diusianya yang tak bisa dibilang muda itu. Tidak tampak raut ketuaan dari wajahnya. Seolah ia diciptakan muda tanpa pernah mengenal tua. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Wanita itu sibuk membuka hp nya dan sejurus kemudian tampak ia sedang menelpon.

“Halo.” Suara Ummi Laffa.
“Ia ummi.” Jawab anak ummu Laffa.
“Nanti ummi mungkin pulangnya agak telat. Soalnya bisnya belum tiba.” Bilang Ummi Laffa.
“Oh ia ummi. Mahmud tunggu kok.” Jawab sang anak.
“Ia nanti ummi kabarin kalo bisnya sudah jalan.”
“Ia ummi.”

Ia menutup telponnya. Suasana diterminal tersebut sangat ramai. Banyak calon penumpang yang menunggu bis yang telat.

Sudah hampir 1 jam akhirnya bis yang ditunggu Ummi Laffa tiba.

Ummi Laffa kemudian naik dan mencari tempat duduk. Saat lagi mencari tempat duduk ia mendapat bangku paling belakang.

Ummi Laffapun duduk untuk mengisi bangku tersebut. Ia sengaja duduk disamping kaca agar tidurnya nanti tidak terganggu. Syukur-syukur tak ada penumpang lagi atau penumpang disebelahnya seorang wanita.

Selama ini ia bepergian pulang pergi kerumah anak nya itu selalu mendapatkan bangku disebelahnya kosong ataupun wanita. Tapi dimalam itu seorang laki-laki muda berusia 25 tahun tampak melirik bangku yang kosong disamping dirinya. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

“Maaf bu. Ada yang duduk disini gak?” tanya seorang pemuda.
“Oh gak ada.” Jawab Ummi Laffa sopan.
“Boleh saya duduk disini. Nanti kalau udah sepi saya pindah bu.” Kembali sang pemuda menanyakan kesediaan Ummi Laffa.
“Oh ia silahkan.” Jawab Ummi Laffa sambil menundukkan kepalanya tanda mempersilahkan sang pemuda untuk duduk.

Akhirnya sang pemuda itu duduk disamping ummu Laffa. saat itu ia mengenakan switer tebal dan celana jeans warna hitam. Sedangkan Ummi Laffa memakai gamis panjang dan rok panjang bewarna biru tua dan jilbab yang panjang bewarna biru muda beserta sebingkai kacamata. Tampak cantik dan anggun.

Pemuda itu sedikit takjub melihat seorang wanita disampingnya tersebut.

Akhirnya ia duduk disamping Ummi Laffa. bis pun mulai berjalan pelan meninggalkan terminal. Jarak yang ditempuh untuk ke kota tujuan Ummi Laffa sekitar 5 jam.

Ummi udah berangkat.

Sms Ummi Laffa kepada putranya.

Sang putra pun membalas sms sang ibu.

Ia nanti Mahmud jemput ummi.

Perkiraan Mahmud ummi nya tiba di terminal adalah jam 1 pagi. Ia sekarang sedang menonton tv sedang sang istri masih didalam kamarnya sedang menyusui sang anak.

Bis melaju pelan ditengah keramaian jalan raya yang dilewatinya.

Saat sudah sekitar setengah jam perjalanan. Sang pemuda memulai percakapan dengan Ummi Laffa yang melihat keadaan jalan diluar.

Untuk percakapan dicerita ini ane buat sebagai berikut:

Ummi Laffa: L

Pemuda : P

P: Ibu. Mau kemana?
L: Eh ia. Kenapa.
P: Ibu mau kemana.
L: Oh. Saya mau ke kota A.
P: Sama dong bu kalau gitu.
L: Kamu tinggal disana juga.
P: Bukan bu tapi saya kuliah disana dan saya tinggal dikota yang ibu kunjungi tadi. ibu darimana tadi.
L: Saya itu dari rumah anak saya. Soalnya tiap sebulan sekali saya biasanya pulang kesana.
P: Di kota A tinggal sama siapa bu?
L: Tinggal sama anak saya juga.
P: Suami ibu?
L: Suami saya sudah meninggal.
P: Maaf bu saya gak bermaksud.
L: Ia gak apa. Kan kamu gak tau.
P: Ia maaf bu. Oh ia bu. Nama ibu siapa. Sambil tangannya berusaha untuk bersalaman.
L: Nama saya Laffa. kalau kamu?

Namun Ummi Laffa hanya menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya. Sang pemuda hanya terseyum sambil menarik kembali tangannya. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

P: Saya Rijal bu. Boleh saya nanya bu.
L: Mau nanya apa.
P: Tapi ibu jangan tersinggung ya.
L: Ia apa yang mau kamu tanya.
P: Kalau boleh tahu Umur ibu berapa?
L: Kenapa
P: Ia Cuma pengen tau aja bu. Kalau ibu gak mau jawab juga gak apa.

Sambil tersenyum dan melihat Rijal. Ummi Laffa menjawab.

L: umur saya 47 tahun.
P: masa sih bu.
L: Ia, kenapa kamu gak percaya
P: Ia masa umur 47 tapi masih cantik gini.
L: Itu ada rahasianya.
P: Oh gitu.
L: Kamu sendiri umurnya berapa?
P: Saya 25 tahun bu.
L: Jangan panggil ibu. Panggil aja Ummi Laffa. soalnya saya gak terbiasa dipanggil ibu.
P: Ia bu. Eh ummi. Sambil terseyum.

Disaat yang sama Ummi Laffa juga tersenyum. Dari banyak perjalanan yang sudah dia lalui entah kenapa saat ini perjalanannya tak monoton. Dia yang biasanya dalam perjalanan hanya membaca buku kini ditemani oleh seorang pemuda yang walaupun tidak terlalu ganteng dan sedikit urakan dengan rambut yang lumayan panjang dan ikal itu.

Namun dengan sikapnya yang sopan itu membuat ummi latiah tak menaruh kesan bahwa Rijal seorang laki-laki yang kurang ajar. Tapi sebagai laki-laki yang tahu sopan santun terlebih kepada wanita tua seperti dirinya.

Mereka pun mengobrol tentang kegiatan sehari-hari dan hal-hal apa saja yang bisa dibicarakan. Ummi Laffa memang dikenal gamapang diajak mengobrol. Terlebih dulu ia juga seorang guru di kampungnya sebelum pindah ke rumah kedua anaknya.

Hal ini dilakukannya karena dikampung ia hanya akan teringat oleh suaminya tercinta yang sudah meninggal. Ia kini hanya sibuk mengurus kedua cuu dari kedua anaknya dimana kegiatan menantu dan anak-anaknya juga sibuk.

Terlebih mereka juga masih muda dan dengan menjaga kedua cucunya ia bisa melepaskan rasa kangen kepada anak-anaknya.

Saat sedang asyik mengobrol selama kurang lebih 1 setengah jam. Bis yang mereka tumpangi mengalami bocor ban.

Sontak Ummi Laffa dan Rijal kaget saat bis mengerem mendadak. Dan membuat tubuh Ummi Laffa saat itu jatuh kearah kiri badan Rijal. Saat tubuhnya terjatuh itu tanpa sengaja payudara Ummi Laffa menyenggol paha dari Rijal. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Hal itu membuat Rijal menjadi salah tingkah. Dengan cepat ia menarik tubuh Ummi Laffa. tangannya mengambil bagian lengan Ummi Laffa. ummi yang kaget lalu dengan cepat mengangkat tubuhnya.

“Maaf ya ummi.” Sambil melepas tangannya dari bahu Ummi Laffa.
“Ia. Gak apa Rijal.” Balas Ummi Laffa. bagaimanapun ia tahu kalau Rijal bermaksud baik.

Kini badan Ummi Laffa kembali bersandar di bangku. Sementara itu bis akhirnya berhenti.

“Mohon maaf kepada bapak-bapak dan ibu-ibu. Bis kita bocor ban nya.” Kata kondektur bis.
“Jadi gimana dong.” Tanya bapakbapak penumpang bis.
“Mohon tunggu sabar ya.” Kembali kondektur bis berbicara berusaha menenangkan penumpang bis tersebut.

Beruntung bagi para penumpang tersebut karena bis mereka mengalami bocor ban yang tidak jauh dari tempat peristrahatan bis.

Akhrinya banyak penumpang yang disuruh untuk beristirahat dulu di tempat peristirahatan tersebut. Mereka pun beramai-ramai turun dari bis dan menuju tempat peristirahatan tersebut.

“Ummi ayo turun.” Ajak Rijal kepada Ummi Laffa. kini ia berdiri dan menuju jalan keluar bis.

“Ia.” Ummi Laffa sedikit mengangkat pantatnya pertanda ia juga turun dari bis itu.

Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat peristrahatan itu. Sekilas dilihat mereka seperti anak dan ibu. Rijal yang bertubuh tinggi 175 cm berbanding dengan tinggi Ummi Laffa 155 cm. Rijal sedikit mencuri kesempatan memandangi Ummi Laffa yang berjalan disampingnya itu.

Kejadian yang tak terduga saat ban bis bocor itu membuat Rijal sedikit bernafsu. Memang awalnya ia tak berniat apa-apa dengan Ummi Laffa. namun kejadian tadi membuat ia bernafsu. Walaupun hanya sebentar payudara Ummi Laffa bersandar di paha nya.

Sekilas tentang Rijal. Ia seorang mahasiswa seni yang sudah hampir 7 tahun belum menamatkan kuliahnya. Ia anak dari seorang pengusaha kelas kakap. Walau begitu orang tuanya tak menanyakan kenapa ia kuliah seni dan kenapa ia belum tamat. Ya orang tua Rijal termasuk orang tua yang memanjakan Rijal dan Rijal juga bukan anak yang minta dimanjain. Ia memang tertarik dengan dunia seni dari kecil dulu.

Akhirnya sampailah mereka berdua dan penumpang lainnya di tempat singgah itu. Rijal lalu mengajak Ummi Laffa untuk duduk disudut.

“Ummi mau minum apa?” tawar Rijal.
“Air putih aja.” Jawab Ummi Laffa.

Rijal lalu membeli 2 botol air mineral.

“Ini ummi. Airnya.” Rijal memberi air botol mineral kepada Ummi Laffa dengan tangan kanannya.
“Ia terima kasih ya. Berapa?” tanya Ummi Laffa.
“Udah gak apa ummi.”
“Maaf ya udah ngerepotin.”
“Gak apa lah ummi. Nyantai aja.”

Lalu Ummi Laffapun membuka botol dan mulai meminumnya. Rijal hanya mmandangi Ummi Laffa dengan takjub. Perasaannya untuk bisa mendekati Ummi Laffa semakin kenccang di dada.

Waktu menunujukkan pukul 10 malam dan tanda-tanda bis belum selesai di perbaiki.

Ummi Laffa tampak gelisah. Lalu ia berdiri dan mengambil hp nya.

“Halo. Mahmud.”
“Ia ummi.”
“Bis ummi ban nya bocor dan masih dalam perbaikan. Mungkin subuh ummi sampai di terminal. Kamu tidur aja dulu. Nanti ummi kabarin lagi ya.”
“Ia sudah ummi. Hati-hati ya.” Sambil menutup telponnya.

Saat itu Mahmud sedang bersama ummu Riska diatas tempat tidur. Keduanya baru hendak berisitirahat. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

“Ummi pulang jam berpa mas?” tanya ummu Riska.
“Subuh. Soalnya ban bis nya bocor.“ jawab Mahmud.
“Oh. Ya udah mas tidur dulu nanti Jessi bangunin.” Tawar ummu Riska.
“Ia dek.” Lalu Mahmud mencium ummu ara dan dibalas dengan mesra olehnya.

Saat berdiri dan menelpon sang putranya tanpa Ummi Laffa sadari mata Rijal sedang berusaha menelanjangi dirinya. Tubuh Ummi Laffa yang tertutup gamis lebar itu tak mampu membuat lekuk tubuhnya tertutup sempurna. Entah karena pikiran Rijal yang sedang berkecamuk dengan nafsunya yang membuat ia tak bisa berpikir jernih lagi.

Ummi Laffa lalu kembali ke tempat duduk mereka.

“Rijal. Ummi ke toilet dulu ya. Ummi boleh titip tas ummi.” Ummi Laffa meminta kepada Rijal.
“Ia ummi. Rijal jagain. Tenang aja” sambil tersenyum.

Tak lama Ummi Laffapun membelakangi Rijal. Tampak oleh Rijal goyangan pantat Ummi Laffa yang sebenarnya tertutup itu. Tapi nafsu dikepalanya sudah meninggi.

Sadar dari lamunan akan kemungkinan untuk bersetubuh dengan Ummi Laffa.

“Gila. Apa gue entot aja ya. Tapi gimana mulainya. Gak mungkin lah Ummi Laffa ini gampangan. Dari ceritanya dan perilakunya nampak ia ini alim.” Pikiran Rijal berbicara.

Saat sedang berpikir seperti itu ia menyenggol tas nya dan ia melihat ada sebuah botol kaca kecil.

“Eh ini kan obat perangsang si Roby.” Bathinnya.

Ia melihat botol air minum Ummi Laffa diatas meja didepannya. Diperhatikannya sekeliling dirinya. Beruntung semua orang pada sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang tertidur, makan dan bermain HP.

Ia lalu mengambil botol kecil obat perangsang itu lalu menetaskan nya didalam air mineral Ummi Laffa. obat perangsang yang jernih itu membuat tak terlihat setelah dimasukkan kedalam air mineral tersebut.

Ia mulai menggoncangkan pelan-pelan agar air tersebut tidak berbuih. Ia takut Ummi Laffa curiga.

10 menit kemudian Ummi Laffa kembali ke tempat duduk mereka.

“Kok lama ummi?” tanya Rijal.
“Ia ngantri tadi.” jawab Ummi Laffa.
“Ya udah saya ke toilet dulu ya ummi. Gantian.” Pinta Rijal.
“Ia.” Jawab Ummi Laffa dengan tersenyum.

Saat Rijal berjalan ke toilet nampak olehnya Ummi Laffa meneguk air minum tersebut.

“Yes.” Bathin Rijal.

Didalam toilet Rijal membayangkan apa yang akan dilihatnya nanti. Sesosok tubuh yang ingin dilihatnya secara telanjang. Siapa lagi kalau bukan tubuh Ummi Laffa.

10 menit ia keluar dari dalam toilet. Ia membenarkan celananya yang tak bisa menampung penis besarnya itu. Membayangkan menikmati tubuh seorang ummahat yang cantik.

Perlahan laju langkah kaki Rijal menghampiri Ummi Laffa. dipandanginya botol air Ummi Laffa yang tinggal separuh. Itu artinya ummi latiah sudah meminum obat perangsang yang di masukin dalam air mineral tersebut. Tampak senyum nakal Rijal.

“Ummi.” Rijal membuka pembicaraan.
“Eh ia.” Jawabnya.
“Haus ya ummi.” Rijal berbasa-basi.
“Ia ni. Haus ummi. Lama juga ternyata bisnya bener.” Ummi Laffa nampak sedikit kesal.
“Ya sabar aja ummi. Pasti bentar lagi kelar. Ummi mau makan dulu?” ajak Rijal.
“Hmmm. Boleh lah.”
“Yuk kesana ummi.” Sambil Rijal beranjak menuju kantin.

Sebenarnya alasan Rijal mengajak Ummi Laffa makan tak lain agar air minum Ummi Laffa cepat habis.

Akhirnya selama kurang lebih setengah jam mereka menghabiskan waktu dikantin tersebut. Nampak air mineral Ummi Laffa sudah habis dan Rijal kembali membeli air mineral lagi.

Tampak sebuah bis masuk dipelataran temoat peristirahatan tersebut. Kondektur bis lalu mulai memerintahkan para penumpang untuk kembali naik bis.

Tak lama semua penumpang akhirnya kembali masuk kedalam bis. Ummi Laffa kini merasakan ada sesuatu dalam dirinya. Terlebih suasana malam hari ini membuat gairah seks nya perlahan muncul. Tampak reaksi dari obat perangsang yang Rijal berikan sudah mulai bekerja.

“Ummi duduk bareng lagi ya.” Tawar Rijal.

“Ia.” Entah kenapa Ummi Laffa mengiyakan ajakan Rijal tersebut.

Bis melaju perlahan. Lampu kemudian mulai dimatikan oleh supir bis. Nampak dari banyaknya penumpang mulai merebahkan kepala mereka di bangku untuk mengsitirahatkan badan mereka.

Perjalanan yang akan memakan waktu selama 5 jam ini kembali berjalan. Ummi Laffa mulai tampak gelisah dengan hasrat dirinya yang tiba-tiba naik. Libido yang selama 7 tahun ini terpendam mulai kembali bergairah. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Sudah selama 7 tahun ini Ummi Laffa menahan hasrat kewanitaannya setelah sang suami sakit dan tak mampu lagi untuk bersetubuh. Dirinya yang termasuk wanita baik-baik selama ini tak pernah mengenal namanya masturbasi. Ia mampu menahan segala godaan duniawi tersebut.

Dirinya kini mulai merasakan hal-hal yang membuat tubuhnya sangat sensitif untuk saat ini. Rijal yang sadar kalau obat perangsangnya mulai bekerja perlahan-lahan sengaja membenturkan tubuhnya ke tubuh Ummi Laffa.

Ummi Laffa yang mencoba melawan hasrat seksualnya ini namun tubuhnya menunjukkan keadaan yang berbeda. Kini nafsu terpendam yang mampu ditahan Ummi Laffa nampaknya sudah bobol oleh obat perangsang Rijal yang kuat tersebut.

Setengah jam perjalanan dan nampak disamping bangku mereka berdua tidak ditempati oleh orang lain. Dan penumpang dibagian paling belakang sudah pada tidur. Sementara kondektur dan supir bis hanya asik berccengkrama didepan.

Rijal mulai mendekati tangannya ke paha Ummi Laffa. ia sudah sangat percaya diri bahwa Ummi Laffa tidaka akan melawan. Selama perjalanan berlangsung Rijal memang tidak mengajak Ummi Laffa mengobrol. Hal ini ia lakukan untuk mengetahui reaksi obatnya.

Kini perlahan tangan itu mulai meraba naik turun paha kanan Ummi Laffa. Ummi Laffa yang mendapat serangan itu mencoba menepis tangan Rijal.

“Rijal apa yang kamu lakukan.” Suaranya sedikit mendesah namun pelan.

“Ummi cantik deh.” Sambil kini tangan kanannya memegangi wajah Ummi Laffa.

Ummi Laffa yang mendapat perlakuan seperti itu mencoba kembali menepis tangan Rijal.

“Jangan kurang ajar kamu.”

“Udah ummi nikmatin aja.”

Dengan keberaniannya Rijal mulai mencium mulut Ummi Laffa yang saat itu hendak berteriak. Namun kecepatan mulut Rijal mampu meredam suara teriakan yang akan dikeluarkan Ummi Laffa.

Emmmphhhhh…..

Emmmmppppphhhhh….

Ummi Laffa mencoba melepaskan ciuman Rijal. Namun Rijal yang sudah siap kini mulai

Memgangi tangan Ummi Laffa yang mencoba memukul Rijal. Mendapat cumbuan Rijal yang ganas dan pengaruh obat perangsang membuat perlawanan Ummi Laffa menjadi tidak berarti.

Disatu sisi dirinya mencoba menghindari peleccehan oleh seorang pemuda yang dianggapnya baik itu. Namun disisi lain dirinya yang sudah 7 tahun tidak mendapatkan rangsangan birahi kini mulai mencoba menikmatinya.

Sekitar 5 menit kemudian lumatan Rijal mulai menemui hasil. Mulut Ummi Laffa yang mendapat cumbuan itu akhirnya terbuka. Kini lidah Rijal mulai menyentuh lidah Ummi Laffa itu.

Perasaan senang menghampiri dirinya. Tak ia sangka akhirnya kini Ummi Laffa dapat ia taklukkan. Perlahan-lahan tangan mawrwan melepaskan tangan Ummi Laffa. ia ingin tahu apakah mangsanya kini sudah masuk kedalam permainannya atau belum. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Rijal mendapati kini tangan Ummi Laffa sudah tak segesit tadi. bahkan lumatan bibir Rijal kini perlahan-lahan mulai dibalas Ummi Laffa. tampak obat perangsang itu sudah mulai membuat dirinya lupa bahwa ia seorang ummahat alim yang tak pernah disentuh oleh laki-laki lain. Namun kini ia tak bisa berbuat banyak efek obat perangsang yang diminumnya membuat peminumnya melepaskan semua hasrat seksual. Apalagi ia yang sudah 7 tahun tak tersentuh kini menemui puncak seksual yang harus dituntaskan.

Tangan Rijal kini mulai membelai payudara Ummi Laffa dari luar. Payudara yang tertutup rapat itu kini mulai dirangsang oleh Rijal. Ummi Laffa mencoba memegang tangan Rijal untuk menghentikan. Namun yang terjadi tangan Ummi Laffa seperti hanya menyentuh yang mmbuat nafsu Rijal semakin menjadi-jadi.

Kini ia mulai meremas dari balik gamis Ummi Laffa. sementara itu tangan Rijal mencoba membuat tangan Ummi Laffa untuk memegang penisnya yang masih didalam celana jeans tersebut.

Ummi Laffa  mengikuti kemauan Rijal. Mulut mereka masih bercumbu dengan dasyatnya. Tangan lentik Ummi Laffa kini mulai menaik turunkan di celana Rijal. Sedikit terkejut Ummi Laffa mendapati penis besar Rijal dibalik celan tersebut. Baru kali ini dalam hidupnya ia memegang penis selain suaminya.

Bis hanya berjalan perlahan dikegelapan dan dinginnya malam itu. Supir dan kondektur hanya menikmati lagu dari dalam bis dan mengeluarkan obrolan-obrolan mereka berdua. Sementara itu dua anak manusia yang duduk dibelakang sedang menikmati hasrat seksual mereka dan bangku bis menjadi saksi akan pintu gerbang perzinahan ini.

Lumatan-lumatan dari kedua pasangan manusia yang berbeda umur ini semakin menjadi. Obat perangsang itu mampu membuat Ummi Laffa lupa akan statusnya ini.

Emmmpppphhhh….

Suara Ummi Laffa menyelimuti suasana bis tersebut. Beruntung bis yang menyalakan lagu membuat suaranya tidak terdengar. Hanya mawran yang mendengar betapa merdunya suara ummahat alim ini.

Kini Rijal melepas ciuman nya. Nampak Ummi Laffa sedikit merasa lega.

“Ummi mau kita lanjutin.” Bilang Rijal disela permainan yang akan dia lanjutkan.
“Rijal apa yang udah kita lakukan.” Seperti tersadar Ummi Laffa mulai menyadari.
“Hanya menyampaikan hasrat seksual ummi.” Jawab Rijal santai.
“Ini salah Rijal. Ini dosa.” Ummi Laffa mencoba bersuara dan memalingkan wajahnya kebawah.
Tapi Rijal langsung mulai kembali memgeang tangan Ummi Laffa.
“Rijal mau apa kamu.” Tanya Ummi Laffa.
“Ssstttt…” Rijal menangkupkan tangannya kemulut Ummi Laffa.
“Sudahlah ummi. Ummi menikmati juga kan.” Rijal menanggapi dengan santai
“Tapi. Ini salah.” Ummi Laffa mencoba mengingatkan kembali.

Kembali Rijal memalingkan wajah cantik itu kehadapannya dan sejurus kemudian ia mulai kembali melumatnya. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Ummi Laffa bukannya melawan malah kini ia juga membalas. Ia seperti seorang wanita yang malu-malu kucing dalam keadaan seperti ini.

Perlahan tangan Rijal membuka resliting celana nya.

Tampak sebuah penis berukuran jumbo dengan kepala penis yang seperti jamur itu keluar dengan gagahnya.

Ummi Laffa yang sedikit kaget saat tangannya diarahkan untuk memegang penis jumbo tersebut. Tangan Rijal seperti menginstruksikan tangan Ummi Laffa untuk menaik turunkan di penis besarnya tersebut.

Ummi Laffa yang tak pernah melakukan kocokan di penis seperti kebingungan. Rijal melepaskan ciumannya.

“Ummi dikocok dong.”
“Kayak gini ummi. Tapi pelan-pelan sakit soalnya.” Rijal menginstruksikan.

Ummi Laffa seperti terhipnotis malah mulai mengikuti keinginan Rijal tersebut.

Kini ia mulai menaik-turunkan tangan kanannya dipenis Rijal. Ummi Laffa sempat kaget. Bagaimanapun ini adalah penis kedua dalam hidupnya yang ia lihat. Sangat jauh sekali dengan penis almarhum suaminya yang mungkin tak lebih dari setengah penis Rijal.

Pikirannya mulai mengodanya. Bagaimana kalau penis besar ini mulai memasuki area kewanitaan dirinya.

Namun tak sampai 3 menit saat tangan Ummi Laffa mulai mengocok penis Rijal.

“Ummi coba dikulum.” Rijalmeminta.
“Dikulum.” Ummi Laffa bertanya heran.
“Ia ummi masukin kontol ini kedalam mulut ummi.” Perintah Rijal.

Ummi Laffa menggeleng. Ia merasa jijk dan selama hidpunya ia tak pernah memasukkan penis suaminya kedalam mulutnya. Ia masih memelihara kesopanan dan etika dalam bercinta.

Rijal lalu dengan sedikit agak memaksa lalu menarik sedikit kepala Ummi Laffa. Ummi Laffa mencoba menghindari penis Rijal. Namun tangan Rijal diatas kepalanya sedikit mulai menekan.

Perlahan Ummi Laffa menoleh kekanan-dan ke kiri. Ia mencoba untuk tidak melakukan perbuatan hina ini.

“Ummi ayo lakuin.” Sambil tangan nya mencoba memaksa.

Namun kegigihan Ummi Laffa untuk tidak melakukan kuluman membuat Rijal menaikkan kembali kepala Ummi Laffa.

“Kenapa ummi gak mau nurut.” Tanya Rijal.
“Masa dsini Rijal.” Jawab Ummi Laffa.
“Jadi ummi mau dimana.”
“Jangan disini.” Entah kenapa ia menjawab hal yang tak seharusnya ia lakukan.
“Tempat lain mau.” Tawar Rijal.

Ia hanya menundukkan kepalanya. Lalu Rijal menaikkan kepalanya dan menatap wajah sayu Ummi Laffa.

“Gimana di hotel aja ummi.” Ajak Rijal.
“Ummi jawab dong.”

Ummi Laffa hanya mengangguk perlahan. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Kini kembali Rijal memagut bibir Ummi Laffa. Ummi Laffapun membalas pagutan dari Rijal dengan kembali bergairah. Sementara tangannya kini kembali memegang penis Rijal.

Sekitar setengah jam pertarungan menuntaskan hasrat birahi di dalam bis yang berjalan itu. Kini Rijal tidak hanya memnagut namun juga mulai mencoba untuk memasukkan tangannya di dalam gamis itu.

Tangan Rijal mulai bergerilya didalam gamis tersebut. Payudara Ummi Laffa yang tidak terlalu besar dan kecil tersebut nampak mulai menegang akan hasrat yang sudah tak tertahan lagi.

Sedang asyik memagut dan mencium tanpa suara dan Ummi Laffa kini tampak pasrah hanya mengikuti permainan tiba-tiba bis menghidupkan lampunya.

Ummi Laffa dan Rijal sedikit kaget. Lalu keduanya menghentikan permainan panas tersebut.

Ummi Laffa nampak sedikit ketakutan. Bagaimanapun ia baru pertama kali melakukan perbuatan tercela ini.

Namun Rijal memegang kepala Ummi Laffa.

“Udah ummi. Tenang. Gak ketahuan kok.” Rijal mencoba menenangkan.

Ummi Laffa hanya membalas dengan pegangan tangannya di tangan Rijal. Menandakan ia berharap Rijal mampu membuatnya tenang.

Bis perlahan mulai masuk kembali di tempat persinggahan. Sudah 2 jam ternyata perjalan yang mereka lalui.

Jam menunukkan pukul 1 malam lebih.

Rijal dan Ummi Laffa merapikan pakaian mereka yang sdikit kusut akan permainan tadi. semakin lama Ummi Laffa merasakan bahwa kini dirinya sudah sangat terangsang dan ingin merasakan persetubuhan yang sudah 7 tahun tidak ia dapatkan.

Obat perangsang Rijal memang semakin lama membuat orang yang meminumnya melupakan pikiran jernihnya. Dalam arti kata membuat sang peminum lebih berhasrat dan mengikuti saja lawan main yang akan dihadapinya. Tembok iman atau akal tak mampu melawan hasrat yang sudah menggebu-gebu ini.

Rijal kini mulai keluar dari bangkunya. Ia dan Ummi Laffa memang tampak mengambil urutan terakhir.

“Ayo ummi.”
“Ia.”
“Ummi kita ke hotel dulu ya?” ajak Rijal.
“Ia tapi saya nanti dijemput anak saya.” Ummi Laffa nampak cemas.
“Udah nanti Rijal yang antar ummi.” Rijal menenangkan.

Ummi Laffa yang sudah tak dapat berpikir jernih itu hanya mengiyakan. Dan tak lama kemudian ia menuliskan pesan kepada sang anak.

Mahmud ummi jumpa teman ummi di terminal.
Ummi akan mampir kerumahnya dulu. Jadi tak usah kamu jemput ya nak.
Ummi Laffa mengirim sms nya kepada sang anak.
Kini Rijal dan Ummi Laffa turun dan memesan ojek yang kebetulan ada di terminal tersebut.
Kini mereka berdua berjalan menuju hotel dikota tersebut.

Rijal dan Ummi Laffa sampai di hotel melati dikota tersebut. jam sudah menunjukkan pukul stengah 2 pagi. Rijal lalu memesan 1 kamar hotel. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Saat tiba di lobi hotel tampak Ummi Laffa sedikit menundukkan wajahnya kepada resepsionis hotel. Ia masih sedikit malu bahwa ia akan melakukan perbuatan tercela ini. Namun hasrat seksualnya mengalahkan semuanya.

“Selamat pagi. Mau berapa kamar mas?” tanya sang resepsionis yang kebetulan adalah seorang wanita berumur 20 tahun.

“1 aja.” Jawab Rijal.
“Untuk berdua.” Kembali sang resepsionis bertanya.
“Ia kami ini anak dan ibu. Kondisi keuangan saya lagi seret. Gak apa kan.” Rijal to the point.
“Gak apa-apa mas. Ini kunci kamarnya.” Kata sang resepsionis sambil menyerahkan kunci kamar hotel tersebut.
“Terima kasih.” Kata Rijal.
“Ayo ummi.” Ajak Rijal.

Kini keduanya mulai berjalan menuju kamar hotel tersebut.

Saat itu Ummi Laffa hanya mengikuti kemauan Rijal. Hasrat biologis tubuhnya teramat ingin dituntaskan.

Akhirnya kini keduanya sudah masuk didalam kamar hotel tersebut. hanya ada satu kasur besar di dalam kamar hotel tersebut.

Rijal lalu mengunci pintu kamar dan Ummi Laffa berjalan menuju meja yang ada dikamar tersebut untuk meletakkan tas yang dia bawa.

Saat itu ia membelakangi Rijal yang sudah melepaskan tas nya dan dengan sigap Rijal mulai memeluk tubuh Ummi Laffa. Rijal yang tinggi itu lalu mulai membalikkan badan Ummi Laffa.

Dengan tanpa banyak berkata lagi ia lalu memagut bibir Ummi Laffa kembali. Kini keduanya sudah tahu apa yang harus dilakukan. Ummi Laffa malam itu tampak mulai mengikuti apa kemauan Rijal.

Emmmmpppphhhh….

Suara ciuman kedua insan yang sudah dilanda asmara terlarang itu kembali menyeruak di kamar hotel tersebut.

Rijal yang tak hanya ingin mencium Ummi Laffa mulai meremas bagian pantatnya tersebut. kenyal sekali pantat ummahat alim itu. Remasannya membuat nafsu Ummi Laffa kembali dipicu. Kini terlihat tangan Ummi Laffa memegangi kedua dada bidang Rijal yang masih tertutup switer tersebut.

Tangan keduanya kini mulai merabai bagian tubuh yang bisa dibelai.
Sekitar 7 menitan aksi keduanya lalu Rijal menghentikan ciuman itu.

“Ummi tunggu dikasur dulu.” Perintah Rijal.

Ummi Laffa lalu menuju ke kasur.

Rijal lalu mengambil tas yang dia pakai lalu kemudian ia mengambil sebuah handycam. Diletakkanya handyam itu mengarah kearah kasur.

Ummi geser sedikit ketengah.” Perintah Rijal kepada Ummi Laffa agar ia duduk di tengah pinggiran kasur tersebut.

Ummi Laffa pun mengikuti perintah Rijal. Saat sudah siap dengan posisi handyccam itu. Rijal lalu kembali menuju kasur.

Ia kini mulai mendekati ummahat cantik dan alim itu. Kembali tangan nya mulai memegangi kepala Ummi Laffa dan sejurus kemudian kembali lumatan bibirnya menghantam bibir indah Ummi Laffa tersebut.

Emmmmppphhhh….

Lama mereka berciuman. Lalu Rijal melepas bibirnya. Ia sudah tak sabar untuk melihat tubuh bugil sang ummahat yang dijebaknya ini.

“Ummi buka dulu yuk gamis ummi.”

Rijal lalu mencoba membuka gamis Ummi Laffa dari belakang. Ummi Laffapun hanya mengikuti perintah Rijal. Ia kemudian sedikit berbalik membelakangi tubuh indahnya tersebut. Rijal lalu membuka resliting gamis tersebut. perlahan-lahan kini ia melihat punggung putih mulus Ummi Laffa.

Setelah selesai melepaskan gamis atas Ummi Laffa. Rijal tak sanggup untuk menahan tangannya dengan membelai punggung Ummi Laffa tersebut. ia Cuma bisa kagum mungkin inilah persetubuhan yang nikmat yang akan dia jalani. tubuh Ummi Laffa yang putih mulus ini tak kalah dengan tubuh mulus abg yang pernah dientot dirinya.

Kini ia kembali membalikkan badan Ummi Laffa masih. Kini ia melepaskan pengait bh dari tubuh Ummi Laffa. tampak kini dua payudara Ummi Laffa yang menegang dan membentuk bulat sempurna. Meskipun tidak sebesar punya ummu Riska. Namun dengan bentuk indah tersebut tak ada mungkin laki-laki yang menolak jika dijejali payudara ummahat alim ini.

Rijal lalu mulai mengemut puting payudara Ummi Laffa.

Arggghhhh….

Ummi Laffa menahan gairah seksualnya. Bibir bawahnya nampak tergigit oleh giginya. Rijal yang tahu kalau Ummi Laffa sudah ia kuasai mulai melancarkan serangan yang akan membuat Ummi Laffa akan mengenangya seumur hidup.

“Arggghhhhh Rijal… isappppp teruuuusssss……..”

Tampak Ummi Laffa sudah mulai masuk dalam permainan ini.

Kini tangannya juga aktif menjambak rambut Rijal yang gondrong itu. Tangan Rijal juga tak kalah ganasnya meremas payudara Ummi Laffa.

Puas dengan payudara Ummi Laffa Rijal berheni sebentar. Ia lalu menyuruh Ummi Laffa untuk berbaring ketengah aksur tersebut.

“Ummi baring dulu kesana.”

Ummi Laffa lalu mengambil posisi berbaring ditengah kasur tersebut.

Rijal lalu berdiri dan melepas semua pakaian nya tersebut. ummu Riska memandangi lawan seks terlarangnya ini dengan takjub. Rijal membuka switer dan bajunya. Tampak oleh Ummi Laffa tubuh kekar Rijal. Nafsunya kembali bangkit. Sepertinya ia mengalami puber keduanya malam ini. seakan ia merasa pertama kali ketika sang suami memerawaninya dimalam pernikahan mereka 27 tahun yang lalu. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Kini ia mulai melihat Rijal yang sudah telanjang bugil memandangi dirinya yang masih menyisakan rok panjang dan jilbabnya.

Tampak dengan gagahnya Rijal mendekati Ummi Laffa. penis besar yang sempat tadi dilihat dan dipegangnya kini mulai tampak lebih gagah.

Penis Rijal yang memiliki kepala jamur yang cukup besar dan batang penis yang panjang serta gemuk itu membuat Ummi Laffa meneuk air ludahnya.

Rijal lalu mulai mendekati rok panjang Ummi Laffa dan dengan sekali hentakan dan bantuan ummi latiah kini rok panjang itu lolos.

Rijal menelan ludahnya tak dia sangka begitu mulusnya tubuh Ummi Laffa. tak ada lecet atau perut yang tampak buncit. Tubuh sempurna yang pernah ia lihat selama ini. kini ia mulai memegang vagina Ummi Laffa yang masih berbalut cd itu.

Terlihat basah yang menandakan baha Ummi Laffa juga begitu bernafsu. Perlahan-lahan jari-jari Rijal mulai bergerak dan mencoba untuk kembali merangsang Ummi Laffa. sementara Ummi Laffa yang masih mengenakan kacamata itu terlihat meliuk-liukan tubuhnya saat dirangsang.

Tak mau berlama-lama Rijal lalu menarik cd Ummi Laffa dan membuang nya ke samping kasur. Kini resmi sudah mahkota Ummi Laffa yaitu payudara dan vagina nya terpampang kepada laki-laki yang bukan muhrimnya.

Wow…

Rijal kembali terperangan dilihatnya vagina Ummi Laffa yang sedikit dihiasi bulu jembut itu. Memang Ummi Laffa sering mencukur bulu jembutnya agar bersih. Terlebih vagina Ummi Laffa tak kalah indahnya dengan vagina gadis-gadis bahkan tak kalah jauh dengan milik sang menantu Jessi. Tak nampak bekas hitam ataupun jejak yang membuat vaginanya tak sedpa dipandang.

Kini Rijal mulai menaiki tubuh Ummi Laffa. Ummi Laffa memandang tubuh laki-laki diatsnya kini dengan senyuman penuh nafsu. Berharap nafsunya yang sudah terpendam selama 7 tahun ini dituntaskan.


Tapi bukan Rijal namanya yang langsung memasukkan penis besarnya kedalam vagina Ummi Laffa. ia kemudian kembali menciumi wajah, bibir Ummi Laffa dan tak lupa kedua tangannya meremas dengan ganas payudara Ummi Laffa itu. Dicubit dan diremas dengan sedikit kuat untuk menaiikan batas libido Ummi Laffa.

Emmmppphhhh….

“Arggghhhhh…. Rijal apa yang kamu lakuin kepada ummi…”

Desah Ummi Laffa saat Rijal merangsang dirinya.

Kini kepala Rijal mulai menuruni payudara Ummi Laffa, menuruni perut serta sedikit jilatan yang membuat tubuh Ummi Laffa belingsatan dan kini lidah itu sampai di vagina cantik yang diimpikan setiap kaum adam didunia ini.

Perlahan-lahan lidah Rijal menyapu cairan suci Ummi Laffa. sapuan-sapuan lidahnya membuat desahan Ummi Laffa terdengar indah didalam kesunyian.

Arrggghhhhh……

“Arrrggghhhh…. gellliiiiii….”

Arggghhhhh…..

Tak hanya lidah. Jari-jari Rijalpun ikut menusuk dimana jari-jari lainnya juga menjawili puting susu payudara Ummi Laffa.

Tak lama rangsangan yang diberikan oleh Rijal. Ummi Laffa akan mendapatkan orgasmenya yang pertama dalam seumur hidupnya. Ada rasa yang aneh saat ia mendadak merasakan bahwa akan ada sesuatu cairan yang akan keluar dari dalam vaginanya. Selama ia bersetubuh dengan suaminya belum pernah ia mengalami hal yang seperti ini. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Setiap bagian tubuhnya sangat sensitif dan akhirnya sebuah caitan yang sudah tak mampu lagi bertahan akhirnya keluar….

Creeetttttt…. creettttttt…..

Arggghhhhh……. arggghhhh…..

Ummi Laffa mengalami orgasme yang hebat. Badannya langsung menegang dan terangkat. Tangannya memegang sprei dan kepala Rijal. Sementara itu Rijal menahan pinggul Ummi Laffa. dan dengan sigap diminumnya semua air cinta Ummi Laffa.

Arggghhhhhh…. masih sedikit terdengar desahan Ummi Laffa.

Setelah beres menjilati sisa-sisa air cinta Ummi Laffa. Rijal lalu bangkit dan menuju ke meja. Diambilnya air minum dan ia mendekati Ummi Laffa dibangunkannya badan Ummi Laffa.

“Gimana ummi. Enak gak.”

“Enak.”

“Mau lagi.”

Ummi Laffa menganggukkan kepalanya.

Tapi sebelum itu. Rijal lalu menyuru Ummi Laffa melepas kacamatanya dan menaruhnya di meja beserta air minum.

“Oke. Tadi ummi udah Rijal kasih kenikmatan. Sekarang ummi gantian kulum punya Rijal.” Ajak Rijal.

“Tapi. Ummi belum pernah.” Ummi Laffa menjawab.

“Udah sini ummi tunduk.”

Kini Rijal duduk di pinggir kasur. Ummi Laffa disuruhnya untuk berlutut di bawah kakinya. Ia melihat wajah Ummi Laffa dan mendekatkannya ke penis besarnya.

Ummi Laffa hanya mengikuti kemauan Rijal. Perlahan tangannya mulai memegang penis besar itu. Terlihat bahwa tangan itu tampak kecil untuk menggenggam penis Rijal.

“Ayo ummi dimasukkan. Kasih ludah ummi dulu biar licin.”

Ummi Laffapun mengikuti kemauan Rijal. Perlahan ia menurunkan kepalanya ke penis besar itu dan dengan sedikit membuka mulutnya dimasukkan kepala penis Rijal.

Rijal yang mendapatkan rangsangan seperti itu merasakan kepuasaan yang tiada tara. Walau ia tahu bahwa Ummi Laffa baru pertama kali melakukan ini. tapi justru disitulah sensasi bercinta yang ingin ia raih.

Perlahan-lahan kini mulut Ummi Laffa mengulum penis Rijal. Walaupun tak semua bisa masuk. Sensasi yang dirasakan Ummi Laffa juga tak kalah sensassonal. Bau penis Rijal memacu libidonya untuk melakukan perbuatan terlarang ini.

“Terus ummiii.. ya gitu.” Sambil tangannya menaik-turunkan kepala berjilbab biru itu.

Lama Ummi Laffa melakukan kuluman. Walau masih terlihat amatir tapi membuat Rijal hampir orgasme. Sadar ia mulai dikuasai nafsu berlebih. Ia pun menyetop perbuatan Ummi Laffa.

“Udah ummi cukup.”

Ummi Laffa nampak lega. Bagaimanapun penis besar itu membuat ia juga susah bernafas. Rijal tanpa ba bi bu langsung menarik ummu Laffa untuk berdiri. Dan ia langsung kembali menaruh tubuh Ummi Laffa untuk terlentang. Nafsunya yang sudah sangat tinggi itu membuat ia segera mengeksekusi Ummi Laffa. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Kini tubuh Ummi Laffa kembali terbaring di kasur. Sementara itu tubuh laki-laki diatasnya mulai menggesekan penisnya di vagina Ummi Laffa. Rijal lalu menciumi mulut Ummi Laffa yang dibalas dengan Ummi Laffa. kini tangan kedua anak manusia ini aktif meraba dan membelai tubuh untuk menuntaskan nafsu yang msudah tinggi ini.

Rijal mulai yang merasa sudah siap untuk memasukkan penis besarnya lalu melpas ciumannya.

“Ummi. Rijal masukin ya.”

Ummi Laffa hanya menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui perzinahan yang akan ia lakukan ini.

Perlahan Rijal mulai mengangkangkan kaki Ummi Laffa dan kini penisnya mulai mengarah ke bibir vagina Ummi Laffa. nampak hangat rasanya penis Rijal. Tangannya memegangi batang penisnya dan dengan lembut kepala penisnya mulai masuk kedalam vagina Ummi Laffa.

Ummi Laffa bagai merasakan malam pertama dimana setiap otot vaginanya mulai merasakan sensasi yang luar biasa.

Tangan Ummi Laffa tidak tinggal diam. Tampak ia mulai membelai dan meraba dada bidang Rijal. Sementara Rijal setelah batang penis nya mulai masuk lalu memandangi Ummi Laffa. kembali ia mencium Ummi Laffa.

Sensasi yang sangat indah bagi keduanya. Rijal memegang pinggul Ummi Laffa dan dengan sekali sentakan ia lalu menerjang vagina Ummi Laffa.

Argggghhhhhhhh….

Desahan Ummi Laffa.

Tapi tak semua penisnya masuk kedalam vagina Ummi Laffa. Ummi Laffa yang mendapat serangan tak terduga itu melliukkan badannya leatas yang disambut Rijal dengan ciuman.

Emmmmppphhhhhhh….

Dan tangan Ummi Laffa seperti memukul dada Rijal. Ia merasakan sakit tapi nikmat yang ia alami untuk kedua kalinya. Seperti saat pertama kali ia hilang keperawanan. Tapi ini lebih nikmat dimana ujung jamur Rijal terasa mengenai dinding rahimnya.

Ada rasa nikmat yang tak bisa ia lukiskan dengan kata-kata.

Rijal yang merasa bahwa kini vagina Ummi Laffa sudah mulai beradaptasi dengan besarnya penis tersebut mulai menggoyangkan pinggulnya. Sempitnya vagina Ummi Laffa membuat penis Rijal seperti mendapat pijatan yang nikmat. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Penisnya hanya bisa ia gerakkan perlahan-lahan untuk membiasakan vagina Ummi Laffa. sementara Ummi Laffa mencoba mengimbangi penis Rijal yang sedang menggenjot tubuhnya.

Argggghhhhh….

Arggghhhh…..

Hanya desahan yang kembali keluar dari mulut Ummi Laffa.

Plokkkkk….. plokkkkk…..

Rijal mulai memompa penisnya maju mundur. Sementara itu Ummi Laffa terus di rangsang dengan cubitan atau gigitan kecil di payudara nya.

Indah sekali melihat pemandangan saat wanita ccantik dan alim ini terjebak dalam perzinahan. Jilbab lebarnya tampak kusut mengikuti irama hentakan yang diterimanya. Sekali-kali Rijal menarik keatas jilbab yang menghalangi lidahnya untuk menjilat leher Ummi Laffa.

Keringat mulai keluar dari tubuh kedua anak manusia ini.

Arrggghhhyh……. Rijal….

Lama mereka bergumul dalam posisi misionary ini membuat Rijal tak dapat lagi menahan orgasmenya. Hal yang sama yang Ummi Laffa rasakan.

Genjotan-genjotan yang Rijal lakukan membuat Ummi Laffa sangat menikmati persetubuhan ini walaupun ia menikmatinya didalam pengaruh obat perangsang. Namun tetap saja hal ini membuat hasrat seksualnya kembali hidup.

Arggghhhhh…. arggghhh,……..

Croootttttt……crooooottttt…….

Crrreeeeetttttt….. creeetttttt….

Akhirnya Rijal dan Ummi Laffa berbarengan mengalami orgasme. Rijal lalu memeluk tubuh Ummi Laffa dengan erat serta mencium mulut mungil itu.

Sementara Ummi Laffa membalas pelukan Rijal dengan mengapit erat kakinya di pinggang Rijal. Dan tangannya memeluk erat leher sang pejantan yang baru saja menuntaskan tugasnya.

Plllooopppppp

Penis Rijal keluar dari sangkar Ummi Laffa. tak terasa keringat mengucur deras pada diri keduanya.

Tampak mereka berdua mengatur nafas setelah pertarungan panjang tersebut. Rijal lalu mengambil air minum di meja. Sementara itu Ummi Laffa juga mencoba untuk duduk. Tapi vaginanya sedikit mengalami rasa sakit. Penis besar Rijal ternyata membuat vagina Ummi Laffa yang untuk pertama kalinya menerima hantaman merasakan ngilu.

Rijal yang tahu Ummi Laffa kesakitan. Lalu mendekatinya dan dengan perlahan air minum kembali ia beri kepada sang ummahat cantik ini. tak ada kata-kata dari keduanya dan hanya tatapan mata yang berbicara.
Read More

Cerita Dewasa Asmara Di Kapal Laut

Mei 03, 2019
Perkenalkan namaku Budi umur 30 tahun sekarang aku bekerja di perusahaan swasta, ciri2 tubuhkan yahh untuk postur Indonesia udah cukup di perhitungkan neh..heheheh…

Besok aku mo pulang ke Jakarta setelah mengikuti kegiatan dari Perusahaan di Kota ini di ujung Timur Indonesia neh…aku mo naik kapal laut aja dech…karena selama ini kalau bepergian aku belum pernah naik kapal laut…so akan aku coba aja dech walaupun itu di tempuh dng lama perjalanan 1 minggu…


setelah membeli Tiket kapal laut kelas 1 aku langsung berkemas-kemas untuk persiapan besoknya berangkat. Tiba saat nya aku menuju pelabuhan…setelah segala macam proses pemeriksaan tiket dan bercampur aduk dengan para penumpang..so akhirnya aku naik dan masuk ke kamarku yang kelas 1 dan tentunya kamar kelas 1 aku yang sendiri menempatinya.

Setelah meletakkan barang bawaan, aku berjalan-jalan di Dek kapal sambil menunggu sebentar lagi kapal akan berangkat..

wahhh..kalo selama 1 minggu diatas kapal tidak ada yang bisa bikin buat seger…jadi tambah pusing neh”pikirku

Mataku tertuju pada seorang ibu muda berjilbab kira-kira berumur 27 tahunan bersama anak nya yang kira-kira 5 tahunan lah dan sebelahnya di antar seorang lelaki yang kemudian mencium kening ibu itu dan anaknya. IDN Poker Bonus New Member 30%

setelah itu mereka berdua naik ke kapal dan tak lama kemudian kapal berangkat meninggalkan pelabuhan dan lelaki itu melambaikan tanganya kepada ibu dan anaknya. setelah kapal menjauh dari pelabuhan, hmmm aku mulai mendekati ibu muda itu dan mulai berkenalan…”nama ku Budi, aku tujuan Jakarta “ujarku.

Ibu itu sekilas melihat aku dan senyumnya mengembang di bibirnya yang tipis. Tak lama kemudian dia berkata: namaku Nia’ ini anakku tujuan sama ke Jakarta juga”ucapnya. Akhinya kita saling ngobrol2 dan ternyata tadi adalah suaminya yang bekerja di kota ini dan Nia setiap 6 bulan sekali datang bersama anaknya untuk melepas rindu kepada sang suami.

Besok pagi disaat waktu makan pagi aku melihat Nia bersama anaknya sedang menuju ruang makan..aku melihat dari belakang…hmmmm berisi juga neh pantatnya, padahal sudah di tutupi gaun yang menutupi sampai mata kaki neh’ujarku dalam hati…langsung aku menemuinya dan kita makan bersama-sama 1 meja..

ambil aku ngelirik ke arahnya…wow…sempat aku melihat bentuk payudaranya yang ditutupi oleh jilbab dan bajunya …lumayan mengkal neh…waduh jadi pikiran kotor neh…Nia, di kelas 1 juga yach”tanyaku…”tidak mas aku ambil di kelas 2 aja kok”jawabnya sambil senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah..”ooohhh kalo aku di kelas 1, abis sendirian aja sih…pengen tenang dan rileks aja”ucapku sekenanya..

Nia juga sendiri kok, dari tadi malam belum ada penumpang yang sekamar dengan Nia, jadinya lia Cuma ditemani anakku aja neh’sahutnya..oh gitu yach…brarti aku bisa dong main2 ke kamarmu”tanyaku.

“bisa aja kok, kita khan di satu gang..tadi malam mas khan sempat keluar aku melihat kok”ujarnya

Oh ya…aku mo cari rokok tuch semalam”sahutku lagi.

Setelah selesai makan pagi, kita bersama-sama jalan di koridor kapal sambil bercerita dan diiringi guyonan kecil-kecil..karena di luar koridor..angin cukup kencang…maka saat aku berjalan disampingnya…hmmm aku mencium bau wangi yang sangat harum dan melihat putihnya leher ibu berjilbab ini…oh seandainya aku dapat menidurinya…”bisikku di dalam hati.

Hari kedua belum terjadi apa2 diantara kami, namun setelah makan sore…iseng-iseng aku mengetuk pintu kamarnya “Nia, ini aku Budi…boleh aku masuk,”tanyaku.

Tak lama kemudian pintu terbuka dan muncul kepalanya yang ditutupi oleh jilbab seadanya dan menggunakan terusan daster…hmmm aku liat dia..tidak mengurangi kecantikan dan kemontokannya kok..”silahkan masuk mas,”ujarnya pelan…Maaf anakku baru aja tidur dan aku baru tidurin dia neh” sahutnya.

Dikarenakan kita nggak mau mengganggu anaknya, so kita duduk di satu tempat tidur yang lain…sambil bercerita..aku memandangnya ohhhh…semakin lama disini aku semakin tidak kuat menahan birahi ku..”ujarku didalam hati.

Saat kita sedang bercerita..daster nya tersingkap sampai dengan lututnya..uppss.spontan aku mengatakan,”mulus sekali kakimu lia yah..pasti kamu rawat dengan baik dan secara sempurnya,”ujarku sambil tanganku mengelus-elus betisnya…secara refleks..langsung dia menarik kakinya dari tanganku… IDN Poker Bonus New Member 30%

sambil berujar..ah mas Budi bisa-bisa aja nih”senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah…namun aku tetap memegang betisnya dan bahkan menggeser kan tanganku keatas…

ah Mas…jangan gitu ach…nggak enak neh…”sahutnya…namun aku tak berkata-kata lagi..langsung aku sibakkan daster nya sampai ke pahanya…dan langsung kuciumi dan kujilati pahanya…sluuurrrppp..Ohhhhhh Mass jangan dong…”ujarnya…

namun Nia tidak menarik pahanya dari mulutku…tangannya malahan memegang kepalaku dan seolah-olah menekan – nekan …sluurrrppp…slururrpppp..ssshh hh…oh mas…jjaannn…gannn….”pekik Nia pelan.

namun aku tetap melanjutkan jilatanku sampai ke pangkal pahanya…dan secara cepat aku menarik celana dalam nya turun …dan sluuurrrppp ku jilati memeknya yang penuh dengan bulu-bulu…

oohhhh…mas Budiii….oohhh…”desahnya..

setelah sekitar 15 menit aku bermain lidahku di memeknya..langsung aku memberhentikan kegiatanku dan kuangkat kepalaku keatas…kulihat Nia memejam matanya menahan kenikmatan yang baru dia rasakan.

Ouhhh aku liat begitu indah pemandangan didepanku..Ibu muda, cantik dan berjilbab menggunakan daster setengah telanjang sedang menanti penisku neh”pikirku

langsung ku hampiri bibirnya yang sedari kemarin aku inginkan…sluuup..smmm…hmmm…kita langsung bersilat lidah..

tak lupa tanganku menggerayangi payudaranya…ohhh…mas..pintar sekali kamu,…ohhhh..achhh.. ku turunin lidahku menuju payudaranya dan ku gigit2 kecil dari luar daster nya…ohh..mass…cepaattt…n anti anakku bangun”bisiknya pelan…langsung tanpa ada yang perintah, kubuka celana panjang dan sekalian celana dalamku…upps…

besar sekali mas punyamu”sahutnya….silahkan Nia…apa yang kamu inginkan…”ujarku. Nia langsung menyodorkan mulutnya dan menghisap kontolku dengan mahirnya…ugghhhhff…Nia kamu pintar juga yach…sama suamimu juga sering beginian yach.

mmrmmmrpp..nggak masss…jarang kok…setelah sekian menit..aku langsung memberhentikan isapannya pada kontolku dan langsung menaikkan daster nya tanpa melepas jilbabnya…dan Nia membuka kedua pahanya menanti kontolku memasuki dirinya…

ayok mas..cepatan ohhggghh…pelan-pelan kutempelkan kontolku di permukaan memeknya…oufghhhh…baru aja kepala kontolku masuk…udah terasa nikmat…dooorong mas…enaeekkk mass…oughhhh…kudorong pelan-pelan masuk…dan bleeeeeeeeeesss..ughhf akhirnya masuk semua kontolku kedalam memeknya.

kudiami beberapa saat..dan mulailah ku pompa kontolku di dalam memeknya…srooopp..croopppp…slerrrrppp…ohhh…enak sekali memekmu Nia…..iiyyyyaa…kontolmu juga enak mass….oohhh…terusin mass….

Aku sengaja tidak membuka jilbab dan daster nya…takut kalo anaknya tiba-tiba bangun.
Teruuusss mass…yang cepatt…ooohhh…sruuuppp…sreettt …croooppp..cellleleppp… aku pompa terus memeknya sampai kira-kira setengah jam…kulihat Nia sudah mulai tanda-tanda mau keluar.

Ouuhhhh mass…cepatannnn..Nia udah mo keluar… akhirnya Nia telah keluar dan semenit kemudian menyusul aku menyemprotkan air mani ku ke memeknya. IDN Poker Bonus New Member 30%

crootttt..corroooot. corootttttt…uuffhhhh ..mas banyak sekali air manimu neh”ucap Nia

setelah kita tenang…langsung Nia ke kamar mandi membersihkan air mani ku yang mulai meleleh di pahanya…aku menunggu dia keluar dari kamar mandi dan aku bilang minta maaf yah..bahwa aku kebawa nafsu sih.

dia bilang nggak apa2 kok…sama dengan dia juga…aku mohon izin untuk kembali ke kamarku dulu dikarenakan jam sudah menunjukan pukul 10 malam.

Besok pagi disaat waktu makan pagi, aku mengetok kamarnya…Nia…kita sarapan pagi yook”ujarku pelan.

tak lama pintu terbuka dan Nia telah siap dengan pakaian longdres panjang dan berjilbab…uugghhh cantiknya dia..dan menyuruhku masuk…anakku belum bangun neh”jawabnya.

jadi gimana dong..kita tunggu bentaran aja yach”tanyanya..akhirnya kita ngobrol-ngobrol…ehh..udah sekitar setengah jam..anaknya belum bangun juga neh..tau-tau kita malahan saling pegang-pegangan tangan

Nia kamu cantik sekali…”ujarku

ach mas ini..Nia biasa-biasa aja kok”ucapnya malu-malu…

langsung ku susup lidahku ke mulutnya…hmmmmpppff…jangan ach mas…ntar anakku bangun lho” sahutnya..

sebenntarr aja yach Nia”ucapku memelas….

hmmmm gimana yach “jawab Nia…

tanpa menunggu jawabannya…langsung kuciumi bibirnya yang merah dan basah itu…sluruurupp…hmmpfghh…oohhh. .masshh…langsung ku mainkan lidahku di dalam mulutnya, tanpa membuka jilbabnya…langsung ku buka bajunya, lalu kuturunin celana dalamnya.

oohhh…udah basah juga neh…memeknya, langsungcepat-cepat ku balikin dia… karena aku pengen gaya nungging…

kuangkat kakinya satu….dan mulai kutusukkan kontolku. Shhhhh… Aarrrgghhhhh… mantap mas!!!” komentar Nia

memekmu juga mantap Nia” balas komentarnya

Sayangnya permainan sex itu aku sengaja percepat karena khawatir anaknya yang kecil akan terbangun, jadi aku keluarkan saja air mani lagi di dalam lubang vaginanya yang masik OKE itu.

Crooot… Crooot.. Crooot…” keluarlah seluruh sperma itu dan aku ambil tisu untuk menahan cairan sperma yang jatuh ke lantai.

Selama empat hari kita selalu bercinta, namun Nia tidak pernah telanjang alias jilbab dan bajunya masih menempel di badan…dan aku pun tak bermasalahkan itu…yang penting memeknya sudah ku dapatkan”pikirku

Keesokan harinya…kita berdua terlambat bangun pagi.. dan aku pikir lebih baik bersiap-siap aja untuk beberapa jam akan sandar di pelabuhan tanjung priok…saat aku lagi berbenah-benah..kudengar ketokan di pintu dan suaranya Nia terdengar dari luar sana,

Mas..udah siap-siapan yah..tanyanya. iya neh..sambil ku lirik dia membawa anaknya…ayo masuk dulu..”jawabku..Nia udah siapin barang-barangnya yah”tanyaku…

ya udah lah mas, maka itu kita kesini mo memastikan, siapa tau mas masih belum bangun…gara-gara semalam”bisiknya di telingaku

hhmmm Nia…kamu itu makin menggemaskan aja”sambil ku colek pantatnya…wow…kelihatannya dia nggak pake celana dalam neh.”ucapku dalam hati…aku jadi pengen buktiin neh…tapi bagaimana yach…?

Soalnya dia bersama anaknya neh…dan sebentar lagi kira-kira 2 jam an udah mo nyampe di pelabuhan neh…waaahhh..aku jadi tambah panas dingin neh…kulihat Nia menghempaskan pantatnya di tempat tidurku…anaknya juga disebelahnya…

Nia kamu kok tambah cantik yah, memakai jilbab dan terusan (longdress) itu”ujarku.. ahh mas ini pasti kalo ngebilang itu ada maunya yach”selidiknya sambil senyum… langsung ku jawab ; tau aja”sahutku.

Sambil kubereskan pakaianku dan kumasukin ke dalam tas, ku lihat anaknya udah mulai rewel neh…ndak tau kenapa yah..kali aja udah mulai ngantuk atau udah tau yah mamanya mo pikiran ngeres

“mama..ari kembali ke kamar dulu yach…”Tanya anaknya..mo ngapain ri…”tanya mamanya, mo bobo bentaran aja…ngantuk neh…ohh ya udah…kalo gitu, ntar lagi mama nyusul…khan tinggal sejam lagi kita nyampe…ari bobo dulu yah ntar mama bangunin”sahut mamanya..

Ari anaknya langsung pamit ke kamarnya dan kututup pintu kamarku…..tanpa menunggu lama lagi…kuangkat longdress nya…oohhhh.. mass mo ngapain “pekik Nia

hmmmmppp…betul yang kuduga..Nia tidak pake celana dalam…pasti udah mo ngerasain kontolku lagi yah…langsung kujilati saja memeknya… IDN Poker Bonus New Member 30%

sluuurppr..sluurprp…o ughhs…hmmmmss..masss …achhh…mass…setelah sekian menit langsung ku angkat kakinya satu di atas tempat tidur dan kutusukan kontolku ke memeknya…

blessssss….srelllpp…. slleeeeeppp…bleessss ….ooouughhh…massssss….nikkmmaa ttt….sssss…cloopp.cl op..karena waktu yang terbatas…aku semakin cepat memompa memeknya.

Plok… Plok… Plok…bunyi paha kita beradu…sluruuru…belssslsss..ss sshh..

masss aku sungguh tidak bisa melupakanmu…ooohhh..liiaaa…memekmu sungguh legiiit…slreeepp..sloopp..cepatan mas…langsung ku pompa lebih cepat lagi dan akhirnya…oooooohhhh…aaaaaaaahhhh Nia…siaapp aku mo keluar…uuggghhh…croooot.croottt…croooot…pejuku keluar langsung mengisi rahimnya lagi…dan ooohhh mas…sungguh nikmat penismu dan air manimu itu “sahut Nia..

langsung tak lama pengumuman dari ABK bahwa setengah jam lagi kapal akan bersandar di Pelabuhan tanjung priok…langsung kita berdua bergegas merapikan kembali pakaian dan Nia kembali ke kamarnya dan aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lagi.

sebelum aku mandi ku bilang sama dia; pake celana dalam mu yah, soalnya nanti bisa diliat orang dan takutnya nanti aku minta lagi neh”ujarku…dibalasnya Nia dengan memegang kontolku…hmmmmm…kontol yang nikmat”ujarnya..

Kapal sudah berlabuh di pelabuhan dan kita berdua sudah tiba di dermaga dan saat nya kita berpisah..masing-masing dari kita memberikan alamat rumah dan berharap di lain waktu kita bisa bertemu lagi…lambaian tanganku menyertai kepergian Nia dan anaknya ke kampungnya…

Oh Nia…engkau memang birahi yang tak pernah padam…walaupun tubuhmu tertutup jilbab dan gaun panjang…namun kamu tidak bisa mempungkiri hatimu…
Read More

Senin, 29 April 2019

Diriku Terhasut Kontol Besar

April 29, 2019
Aku adalah seorang ibu rumah tangga biasa umurku 28 tahun namaku Rahayu aku mempunyai suami yang namanya Yanto dan bekerja sebagai kuli bangunan yang jika ada proyek dia bekerja, kalau tidak ada proyek Yanto hanya nganggur duduk dirumah saja, umurku dan suami sama jadi aku tidak mengandalkan pemasukan dari suamiku saja.



Aku sudah menyuruh dia untuk bekerja di pabrik tapi dia tidak mau, sudah 4 tahun ini pernikahan kami belum dikarunia anak, karena suamiku juga tidak mau bekerja jadi hutang kami disana disini banyak. Sampai suatu ketika ada seseorang yang datang dirumahku marah marah karena hutang suamiku belum juga dilunasinya.

Pada saat itu aku hanya bisa menemani Yanto di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi oleh Yanto . Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arah  tubuhku.

Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk perempuan lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36. Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Yanto selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja.

Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Yanto pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya.

Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu. Setelah aku mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut.

Rumah orang itu memang sangat besar dan mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah pesuruh di rumah itu keluar.

“Nyari siapa bu?”

“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut.

“Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.”

“Bilang aja dari istrinya pak Yanto.” Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagi untuk membukakan pagar.

“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku.

Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya. Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang sangat cantik. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari.

Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat menagih hutang tidak ada sama sekali pada saat aku datang.

Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut namanya.

“Hartono. Mari masuk bu…”

“Rahayu” Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan.

“Oh iya. Bu Rahayu silahkan masuk” Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Hartono langsung memersilakan aku untuk duduk.

“Mau minum apa bu Rahayu?”

“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur.

Akhirnya Pak Hartono menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup. Sambil menunggu minuman datang pak Hartono memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau aku gugup dan grogi bertemu dengannya.

Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi. IDN Poker Bonus New Member 30%

Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Hartono datang membawakan minuman pesananan majikannya.

“Silahkan diminum bu Rahayu”

“Oh iya pak. Terima kasih.” Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan.

“Kok sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai obrolan kembali.

“Istri saya sudah lama meninggal.”

“Oh maaf pak, saya gak tahu”

“Oh gak apa-apa. Oh iya bu Rahayu sudah berapa lama menikah dengan pak Yanto?”

“Empat tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Yanto gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Hartono.

Setelah disinggung soal hutang, pak Hartono akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Hartono.

Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Hartono sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku.

Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau diajak bercinta dengannya.

Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya. Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani sepuluh kali.

Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya aku sanggupi permintaannya. Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak Hartono sudah mempunyai janji dengan rekan bisnisnya.

Sebelum pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Hartono berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya.

Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Hartono. Hari itu aku untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. Aku datang dengan pakaian tetap casual saja.

Toh pikirku nantinya pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku.

Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas.

Sesampainya di rumah Pak Hartono aku disambut dengan hangat, Pak Hartono mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan suamiku.

Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya.

Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku. Dan rupanya Pak Hartono telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya.

Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak. Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan.

“Boleh kupanggil Rahayu saja?” tanyanya padaku.
“Hmm.. boleh aja pak”
“Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Hartono. Supaya lebih mesra.”
“Iya Hartono. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Rahayu.” aku mulai menikmati keadaan.
“Hmm.. Rahayu. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.”
“Apa itu?” Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka.
Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget.
“Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.”
“Tapi Hartono…”
“Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.”

Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya.

Temannya yang satu bernama Desta, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya bernama Frans, keturunan Cina. Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang tidak sebagus mereka. IDN Poker Bonus New Member 30%

Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga. Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romantis di kamar Pak Hartono, tapi aku sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya.

Tiba-tiba saja Pak Hartono sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Hartono.

Tak lama berselang Desta dan Frans langsung bergabung. Desta datang dari belakangku dan langsung menciumi leherku sedangkan Frans langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini jelas saja membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku.

Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku.

Dan tak lama berselang bra dan cd ku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun.

Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua mempunyai ukuran penis yang sangat besar bagiku.

Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan secara pasti punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm.

Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. Takut karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran karena perempuan mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu.

Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergantian. Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun dengan bersusah payah.

Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga.

Ketika aku mengoral penis pak Hartono kedua tanganku mengocok penis Frans dan Desta, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku.

“Aarrrgghhh nikmat sekali hisapanmu Rahayu” ucapan itu terlontar dari Desta ketika mendapat giliran dioral olehku.

Frans mendapat giliran terakhir untuk kuoral. Dan ketika giliran Frans mereka membimbingku ke arah tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Frans sambil terlentang sementara penis Frans berada di atas mulutku.

Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Frans, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Desta sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku.

Sedangkan Pak Hartono berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja aku mengoral Frans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Frans) keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku.

Tak lama kemudian Frans melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Desta untuk menikmati payudaraku. Desta menggarap payudara kiriku sedangkan Frans yang kanan pak Hartono tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau.

“Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss” Akhirnya aku sampai juga pada orgasmeku yang pertama.

Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Hartono sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku merasakan penis pak Hartono semakin lama semakin mendesak vaginaku.

Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Hartono memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Yanto yang sekarang menjadi biasa bagiku.

Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Hartono berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Hartono mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku.

“Arrrghhh Hartono… terus… cepetin donkk.. goyang…” aku sudah meracau tak karuan karena penis pak Hartono yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa.

Ditambah lagi Frans dan Desta yang masih sibuk dengan kedua payudaraku. Akhirnya setelah dirasa lancar pak Hartonopun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Hartono masih kuat menggoyang penisnya. Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali.

Setelah agak lama terasa goyangan pak Hartono semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia yang terakhir, beritaseks.com tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan aku bisa merasakan kalau dia orgasme.

Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak lama berselang pak Hartono mencabut penisnya dan aku didatangi oleh Frans dan Desta yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Frans membawa baby oil.

“Untuk apa?” tanyaku.

“Sudahlah nikmati saja” begitu kata Frans.

Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi.

Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Frans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku.

Tadinya aku ingin berontak, tetapi Desta memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Frans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. IDN Poker Bonus New Member 30%

Lalu Frans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan baru beberapa saat Frans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya.

Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku. Tak lama kemudian Desta menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Desta memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Frans dia menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku.

Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Hartono merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang.

Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang luar biasa. Dan akhirnya Desta dan Frans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Frans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Desta di dalam vaginaku.

Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk pertemuan berikutnya dengan mereka.

Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Yanto ketika dia mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas. Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana.

Dan setelah semua hutang-hutang Yanto lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada akhirnya akupun jujur kepada Yanto tentang hal yang selama ini terjadi.

Dia terkejut, tapi tak biasa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih sayang. Aku memberikan syarat kepada Yanto yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Yanto menyetujuinya, karena masih menyayangiku.

Pernah suatu saat ketika Yanto pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga pria tersebut. Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Hartono, Frans dan Desta.

Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Yanto dan memang penis Yanto menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu.

Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hanya melayani penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku.
Read More

Cerita Dewasa Antara Ibu dan Anak

April 29, 2019
Cerita Ini Kisah Nyata Yang Mau Aku Ceritakan, Berawal Dari Arisan ibu-ibu selalu saja memiliki gosip yang berbagai ragam. Mulai dari gosip berlian, gosip hutan piutang, bahkan gosip seks. Kali ini aku terkejut sekali, ketika seorang teman membisikkan padaku, kalau Ibu Wira itu, suka rumput muda. Justru yang dia sukai adalah laki-laki belasan tahun. Rasany aku kurang percaya. Ap ia? Bu Wira yang sudah berusia lebih 50 tahun masih doyan laki-laki belasan tahun?



“Woalaaah…Bu Ati masa enggak percaya sih?” kata Bu Lina lagi.
Aku sudah janda hampir 10 tahun, sejak perkawinan suamiku dengann istri mudanya. Aku tak nuntut apa-apa, keculi Julius putra tunggalku harus bersamaku dan rumah yang kami benagun bersama, menjadi milikku. Aku sakit hati sekali sebenarnya. Justru perkawinan suamiku, karena katanya aku tidak bisa melahirkan lagi, sejak peranakanku diangkat, ketika aku dinyatakan terkena tumor rahim. Suamiku mengakui, kalau permainan seksku masih sangat Ok. Dalam usia 37 tahun, aku masih keliahatan cantik dan seksi.

“Lihat tuh, Bu Ati. Matanya asyik melirik anak bu Ati terus tuh,” kata Bu Ina tetanggaku itu. Kini aku jadi agak percaya, ketika aku melihat dengan jelas, Bu Wira mengedipkan matanya ke putra tunggalku Julius. Rasanya aku mau marah, kenapa Bu Wira mau mengincar putraku yang masih berusia hampir 15 tahun berkisar 12 hari lagi.

Sepulang dari arisan, aku sengaja mendatangi tetangga yang lain dan secara lembut menceritakan apa yang diceritakan Bu Ina kepadaku. Tetanggaku itu tertawa cekikikan. Dari ceritanya, suami bu Wira sudah tak sanggup lagi, bahkan suaminya sudah tahu kelakuannya itu. Bu Wira memang suka burung muda, kata mereka. Bahkan putra tetanggaku titu pernah digarap oleh Bu Wira. Karean malu ribut-ribut, lagi pula anaknya yang sudah berusia 18 tahun dibiarkan saja.

“Laki-laki kan enggak apa-apa bu. Kalau anak perempuan, mungkin perawannya bisa hilang. Kalau anak laki-laki, siapa tahu perjakanya hilang,” kata tetanggaku pula. Bulu kudukku berdiri, mendengarkan celoteh tetanggaku itu. Aku kurang puas denga dua informasi itu. Aku bertandang lagi ke tetanggaku yang lain masih di kompleks perumahan …... Tetangku itu juga mengatakan, kalau itu soal biasa sekarang ini. IDN Poker Bonus New Member 30%

Malamnya aku ngobrol-ngobrol dengan putraku Julius. Julius mengatakan, kalau Tante Wira sudah mengodanya. Bahkan sekali pernah menyalaminya dan mempermainkan jari telunjuknya di telapak tangan putraku. Pernah sekali juga, kata putraku, Tante Wira mengelus burung putraku dari balik celananya, waktu putraku bermain ke rumah Tante Wira.

Aku sangat terkejut sekali mendengar pengakuan putraku Julius menceritakan tingkah laku Bu Wira. Tapi tetanggaku mengatakan, itu sudah rahasia umum, dan kini masalah itu sudah biasa. Bahkan tetanggaku mengajakku untuk berburu burung muda bersama-sama.

Malamnya aku tak bisa tidur. AKu sangat takut, kalau putraku akan menjadi korban dari ibu-ibu di kompleks itu. Sudah sampai begitu? Semua sudah menjadi rahasia umum dan tak perlu dipermasalahkan? Lamat-lamat aku memperhatikan putraku. Trnyata dia memang ganteng seperti ayahnya. Persis fotocopy ayahnya. Walau masih 15 tahun, tubuhnya tinggi dan atletis, sebagai seorang pemain basket. Gila juga pikirku.

Rasa takutku marah-marah kepada Bu Wira, karean aku juga mungkin pernah dia lihat berselingkuh dengan teman sekantorku. Mungkin itu akan jadi senjatanya untuk menyerangku kembali, pikirku. Hingga aku harus menjaga anak laki-lakiku yang tunggal, Julius.

Ketika Julius pergi naik sepeda mootr untuk membeli sesuatu keperluan sekolahnya, aku memasuki kamarnya. Aku melihat majalah-majalah porno luar negeri terletak di atas mejanya. Ketika aku menghidupkan VCD, aku terkejut pula, melihat film porno yang terputar. Dalam hatiku, aku haru semnyelamatkan putraku yang tunggal ini.

Sepulangnya dari toko, aku mengajaknya ngobrol dari hati ke hati.

“Kamu kan sudah dewasa, nak. Mami tidak marah lho, tapi kamu harus jawab sejujurnya. Dari mana kamu dapat majalah-majalah porno dan CD porno itu,” kataku. Julius tertunduk. Lalu menjawab dengan tenang dan malu-malu kalau itu dia peroleh dari teman-temannya di sekolah.

“Mama marah?” dia bertanya. AKu menggelengkan kepalaku, karena sejak awal aku mengatakan, aku tidak akan marah, asal dijawab dengan jujur. AKu harus menjadikan putra tunggalku ini menjadi teman, agar semuanya terbuka.

“Kamu sudah pernah gituan sama perempuan?” tanyaku.
“Maksud mami?”
“Apa kamu sudah pernah bersetubuh dengan perempuan?” tanyaku lagi. Menurutnya secara jujur dia kepingin melakukan itu, tapi dia belum berani. Yang mengejutkan aku, katanya, minggu depan dia diajak kawan-kawannya ke lokalisasi PSK, untuk cari pengalaman kedewasaan. Aku langsung melarangnya secara lembut sebagai dua orang sahabat. Aku menceritakan bagaimana bahaya penyakit kelamin bahkan HIV-AIDS. Jika sudah terkena itu, maka kiamatlah sudah hidup dan kehidupannya.

“Teman-teman Julius, kok enggak kena HIV, MI? Padahal menurut mereka, merekaitu sudah berkali-kali melakukannya?’ kata putraku pula. Ya ampun….begitu mudahnya sekarang untuk melakukan hal sedemikian, batinku.
“Pokoknya kamu tidak boleh pergi. Kalau kamu pergi, Mami akan mati gantung diri,” ancamku.
“Tapi Mi?”
“Tapi apa?”
“Julius akan kepingin juga. Katanya nikmat sekali Mi. Lalu bagaimana dong? Julius kepingin Mi. Katanya kalau belum pernah gituan, berarti belum laki-laki dewasa, Mi?” putraku merengek dan sangat terbuka. Aku merangkul putraku itu. Kuciumi keningnya dan pipinya denga penuh kasih sayang. Aku tak ingin anakku hancur karean PSK dan dipermainkan oleh ibu-ibu atau tante girang yang sering kudengar, bahkan oleh Bu Wira yang tua bangka itu.

Tanpa terasa airmataku menetes, saat aku menciumi pipi putraku. Aku memeluknya erat-erat. Aku akan gagal mendidiknya, jika anakku semata wayang ini terbawa arus teman-temannya ke PSK sana.

“Kamu benar-benar merasakannya, sayang?” bisikku.
“Iya Mi,” katanya lemah. Aku merasakan desahan nafasnya di telingaku.
Yah…malam ini kita akan melakukannya sayang. Asal kamu janji, tidak mengikuti teman-temanmu mencari PSK, kataku tegas.
“Berarti aku sama dengan Tony dong, Mi?”
“Tony? Siapa Tony?” tanyaku ingin tahu, kenapa dia menyamakan dirinya dengan Tony. Menurut cerita Julius putraku, Tony juga dilarang mamanya mengikuti teman-temannya pergi mencari PSK, walau Tony sudah sempat juga pergi tiga kali bersama teman-teman sekelasnya. Untuk itu, secara diam-diam Tony dan mamanya melakukan persetubuhan. Katanya, Tony memakai kondom, agar mamanya tidak hamil. Aku terkejut juga mendengarnya.

“Kamu tidak perlu memakai kondom, sayang. Mami yakin, kalau mami tidak akan hamil,” kataku meyakinkannya. Seusai makan malam, Julius tak sabaran meminta agar kami melakukannya. AKu melihat keinginan putra begitu mengebu-gebu. Mungkin dia sudah pengalaman melihat CD Porno dan majalah porno pikirku. IDN Poker Bonus New Member 30%

 AKu secepatnya ke kamar mandi mencuci paginaku dan membuka BH dan CD ku. AKu memakai daster miniku yang tipis. Di kamar mandi aku menyisiri rambutku serapi mungkin dan menyemprotkan parfum ke bagian-bagian tubuhku. Aku ingin, putraku mendapatkan yang terbaik dariku, agar dia tidak lari ke PSK atau tante girang. Putraku harus selamat. Ini satu-satunya cara, karea nampaknya dia sudah sulit dicegah, pengaruh teman-temannya yang kuat. Jiwanya sedang labil-labilnya, sebagai seorang yang mengalami puberitas.

Begitu aku keluar dari kamar mandi, putraku sudah menanti di kamar. Dia kelihatan bingung melihat penampilanku malam ini. Tidak seperti biasanya.

“Kamu sudah siap sayang,” kataku. Putraku mengangguk. Kudekati dia. Kubuka satu persatu pakaiannya. Kini dai telanjang bulat. Aku melapaskan dasterku. Aku juga sudah telanjang bulat. Aku melihat putraku melotot mengamati tubuhku yang telanjang. Mungkin dia belum pernah melihat perempuan telanjang sepertiku di hadapannya. Aku duduk di tempat tidur. Kutarik tangannya agar berdiri di sela-sela kedua kakiku. Aku peluk dia. Aku kecip bibirnya dengan mesara.

Pantatnya kusapu-sapu dengan lembut, juga punggungnya. Dengan cepat terasa burungnya bergerak-gerak di perutku. Kujilati lehernya. dia mendesah kenikmatan. Liodahku terus bermain di pentil teteknya. Lalu menjalar ke ketiaknya dan sisi perutnya. Aku merasakan tangan anakku mulai memagang kepalaku. Kuperintahkan dia untuk duduk di pangkal pahaku. Kini dia duduk di pangkal pahaku, dengan kedua kakinya bertumpu ke pinggir tempat tidur. Tiba-tiba aku merebahkan diriku ke tempat tidur. dia sudah berada di atasku. Kuminta agar dia mengisap puting susuku. Mulutnya mulai beraksi. Sementara burungnya terasa semakin keras pada rambut paginaku. Dengan cepat pula, kurebahkan dirinya. Kini aku yang balik menyerangnya. Kujilati sekujur tubuhnya. Batang burungnya, telur yang menggantung di pangkal burungnya. Ku kulum burungnya dan kupermainkan lidahku pada burung itu.

“Mami…geli,” putraku mendesah.
“Tapi enakkan, wayang,” tanyaku.
“Enak sekali Mi,” katanya. Aku meneruskan kocokanku pada burungnya. Dia menggelinjang-gelinjang. Kuteruskan kucokanku. Kedua kakinya menjepit kepalaku dan…croot.croot.crooooooot! Spermanya keluar. Kutelan sepermanya dan kujilati batangnya agar spermanya tak tersisa. Aku senagaja memperlihatkannya kepadanya.

Kini dia menjadi lemas. Terlalu cepat dia keluar. Mungkin sebagai pemula, dia tak mampu mengontrol diri. Kuselimuti dirinya. 20 menit kemudian, setelah nafasnya normal, aku memberinya air minum segelas. Lalu aku membimbingnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kusabuni burungnya dan kulap pakai handuk. Kini kami sudah terbaring berdua di tempat tidur.

“Enak sayang?” tanyaku. Dia menagngguk.
“Tapi Mi, kita kan belum begituan. Katanya kalau begituan, burung Julius masuk ke lubang memek Mami,” katanya polos. Aku menganguk. Kamu harus segar dulu. Nanti kita ulangi lagi. Nanti kamu boleh memasukkannya ke lubang Mami, kataku.
“Kenapa nanti Mi? Kenapa tidak sekarang?” dia mendesak.
Dia sudah begitu menginginkannya pikirku. Langsung kulumat bibirnya. Kujulurkan lidahku ke dala mulutnya. Dia langsung meresponsnya. Kini dia berganti memberikan lidahnya padaku. Aku mengemutnya dengan lembut. Tanganku terus membelai-belai tubuhnya dan burungnya kuelus-elus. Sebentar saja burung itu bangkit.

“Naiki Mami, sayang,” kataku. Dia naik ke tubuhku.
“Masukkan,” pintaku. Dia mencari-cari lubangku. Kuarahkan burungnya dengan tanganku. Setelah burung itu terasa di tengah bibir paginaku, kuminta dia menekannya. Dia menakan burungnya dan langsung masuk, karean paginaku sudah basah. Aku memang sudah sangat lama merindukan ada burung memasuki paginaku. Setelah terhenti 5 tahun perselingkuhanku dengan seorang duda teman sekantorku (sejak dia pindah) aku tak pernah lagi selingkuh.

Burung yang besarnya cukup itu, terasa sudah mengganjal di liang paginaku. KUkangkangkan kedua kakiku. Aku membiarkan burung itu tenggelam di dalamnya. Tak lama kemudian, aku merasakan putraku sudah mulai menarik-cucuk burungnya. Aku biarkan saja, walaupun sebenarnya aku sudah agak gatal ingin meresponsnya. Lama kelamaan, aku tak tahan juga. Aku pun meresponnya dengan hati-hati, seakan aku hanya melayaninya saja, bukan karean kebutuhanku. Sambil memompa burungnya, kuarahkan mulutnya untuk mengisap-isap pentil payudaraku. Dia melakukannya. AKu sudah melayang di buatnya. Sudah lama sekali aku tidak merasakan kenikmatan itu, sementara usia yang 37 tahun, masih membutuhkannya. Kujepit kedua kakiku ke tubuh putraku. Aku orgasme dengan cepat. Aku tidak memperlihatkan, kalau aku sudah orgasme. Perlahan-lahan aku tetap meresponsnya, sampai aku normal kembali.

“Jangan digenjot dulu, sayang. Mami Capek. Isap saja tetek mami, sayang,” pitaku. Aku tak ingin dia sudah orgasme, sementara aku masih jauh. Dia menjilati tetekku dan mengisap-isapnya. Atas permintaanku, sekali-sekali dia juga menggigit putingku. Libidoku bangkit. Aku mulai melayang. Aku mulai menggoyang tubuhnya dari bawah. Dia merespons dengan kemabli menggejotku, menarik dan mencucuk burungnya ke dalam liang paginaku. Aku mendengar, suara begitu becek pada paginaku. Aku sedikit malu, karena selama ini, aku sudah tidak merawat lagi paginaku. Tapi dia semakin semangat mengocokkan burungnya.

“Mami…aku sudah mau keluar nih…” katanya. Saat itu aku juga sudah mau muncrat. Aku percepat goyanganku, agar aku lebih dulu sampai pada puncak kenikmatan itu. Dan…dia memelukku erat sekali. Bahuku digigitnya dan sebelah tangannya mencengkeram rambutku. Ternyata kami bisa sama-sama sampai. Aku masih mampu mengatur irama permainan ini, pikirku.

Aku keringat dan putraku juga berkeringat. Perlahan dia ku baringkan ke sisiku dan aku menyelimuti tubuh kami dengan selimut tipis, sekaligus melap tubuh kami dari keringat. Setelah 15 menit aku bangkit dan meneguk segelas air putih. Segelas kuberikan kepdanya.

Julius berjanji untuk merahasiakan ini kepada siapa saja, termasuk kepada teman dekatnya. Walau menurut Julius, temannya sudah berhubungan dengan beberapa wanita di lokalisasi PSK, namun behubungan dengan ibunya jauh lebih nikmat. Aku juga memberi yang terbaik buat putraku, demi keselamatan hidupnya, terhidar dari PSK dan tante giang.

Aku menyangupi, memberinya cara lain bermain seks, seperti yang dia lihat di CD porno dan majalah-majalah, seperti doggystyle dan sebagainya. Malam itu, Julius juga bersumpah, tidak akan pergi mencari PSK, walau pun teman-temannya menuduhnya laki-laki Kuper dan ketinggalan zaman, karea dia sudah mendapatkannya dariku dengan baik. IDN Poker Bonus New Member 30%

Sejak saat itu, kami selalu melakukannya secara teratur, tidak serampangan. Tenatu saja di tempat tidur, di dapur, di sofa dan tempat-tempat lain di rumah kami dengan suasana yang indah. Bahkan kami pernah juga melakukannya di hotel, ketika kami wisata ke bogor. Semua orang memuji kegantengan putraku yang wajahnya imut-imut dan manja itu.

Kini putraku sudah SMA, Aku sudah persis 40 tahun. Orang bilang aku masih tetap cantik, karean aerobik. Sebeanranya, selain aerobik, aku juga melakukan hubungan seks yang sangat teratur…
Read More

Cerita Dewasa Ujian Kenikmatan

April 29, 2019
Namaku Januar usiaku baru menginjak 17 tahun dan aku sebentar lagi akan duduk dibangku kuliah, aku akan menceritakan pengalamanku ngentot ketika kehilangan keperjakaanku waktu masih duduk dibangku SMA kelas 2. Wajahku biasa-biasa aja ngak ada yang istimewa, namun aku memiliki kelebihan mungkin agak luar biasa dibandingkan dengan orang kebanyakan yaitu mempunyai kontol yang lumayan besar lebih kurang 18 cm dengan diameter 4,5 cm. Padahal waktu tidur adek kecil ku itu Cuma 6 cm.



Cerita perselingkuhan ini berawal dari adanya hajatan dirumah nenekku yang dari ibu, kebetulan adik ibuku menikah. Semua keluarga dari ibu bermalam dirumah nenek mulai dua hari sebelum pesta dilangsungkan. Rumah nenekku tidak terlalu besar sedangkan keluarga dari ibuku semua berjumlah 14 orang beserta anak-anaknya yang ikut kerumah nenekku, semua datang sekeluarga hanya tanteku yang bernama Tante Lidia datang sendiri karena suaminya sedang tugas keluar kota dan belum mempunyai anak. Tante Lidia usianya sekitar 36 tahun wajahnya cantik dan tubuhnya sedikit gemuk namun padat terawat maklum orang kaya.

Karena dirumah udah penuh, maka tante Lidia mau menginap di losmen dekat rumah nenekku, aku mengantarnya naik motor, kemudian tanteku memilih kamar VIP yang full AC, malam itu aku pulang dan bermalam dirumah nenekku.
Pagi harinya aku disuruh mengantarkan makanan ke tante Lidia, aku pergi mengantar seorang diri dan kebetulan tante Lidia baru bangun dari tidurnya.
“Masuk Januar..”katanya sambil membukakan pintu kamar nya
“Baik tante”, jawabku sambil masuk dan meletakkan makanan diatas meja dalam kamarnya.
“Tante terlambat bangun nih… habis semaleman tante ngak bisa tidur… kayaknya losmen ini serem deh Januar, jadi tante agak takut jadinya..”, dia bercerita
“Eh… tunggu dulu ya… tante mau mandi dulu trus mau bonceng sama Januar ke Rumah Ibu, tante males mau naik becak”, sambungnya.
“baik tante..”, jawabku.

Tante Lidia masuk kekamar mandi sedangkan aku duduk di kursi yang tersedia di dalam kamar losmennya. Suara air mengguyur badannya kudengar, dan tiba-tiba otak kotorku berjalan ketika kulihat lobang kunci kamar mandinya. Aku berjalan pelan-pelan menuju kamarmandinya terus aku mengintip kedalam, kulihat tanteku lagi menyabuni seluruh tubuhnya dan aku terpana melihat tubuhya yang mulus dengan buah dada yang besar dan kulihat lagi bulu vaginanya yang rapi, mungkin tante Lidia rajin merawat dan mencukur bulu vaginanya, aku menelan ludah dan otomatis kontolku langsung menegang. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Agak lama aku mengintip tante Lidia mandi sambil nafasku ngos-ngosan ngak tahu kenapa sampai akhirnya tante Lidia selesai aku cepat-cepat duduk kembali dikursi sambil pura pura SMS. Seolah-olah ngak terjadi apa-apa.

“Hayo SMS sama pacarnya ya ?” Tiba-tiba terdengar suara tante Lidia didepan ku
“eh enggak tante…masih belum punya pacar “jawabku gugup, maklum orang berbuat salah pasti pikirannya kalut
“Januar… kamu keluar dulu ya… tante mau ganti baju trus kita berangkat, biar tante mau makan dirumah ibu aja”, kata tanteku.
Aku keluar dari kamarnya dan menunggu diruang loby sampai akhirnya tanteku datang dan kami berdua berangkat kerumah nenek.

Malam harinya sekitar jam 9 malam tante Lidia minta diantarkan ke losmen lagi, dan tante Lidia cerita sama ibuku bahwa tante Lidia agak ketakutan tidur sendiri di losmen. Dia meminta aku untuk menemaninya, dan ibuku mengizinkannya, jadilah aku malam itu menginap di losmen menemani tante Lidia. Berhubung tempat tidurnya single bed maka aku tidur dibawah.

Tante Lidia tiduran sambil menerima telpon dari mas Agus suaminya, dari omongannya tante Lidia cerita lagi ditemani aku karena takut keadaan losmen yang seram ini menurutnya. Sekitar jam 11 malam aku bangun pingin pipis habis hawa AC membuat ku mau pipis, aku pergi kekamar mandi dan malai pipis… serr… lega rasanya. Setelah aku membasuk kontolku mataku tertuju pada celana dalam berwarna crem yang ada digantungan di kamar mandi.
Iseng aku memegangnya dan kuperiksa celana dalam itu, lalu karena penasaran kucium celana dalam itu pas dibagian yang menutupi lobang vaginanya, kuhirup aromanya dan serr… darahku mengalir deras dan detak jantungku deg-deggan langsung aja aku horny saat itu, kuulang ulang mencium CD itu dan aku tambah horny saja. Kontolku tegak setegak-tegaknya.

Dalam pikiranku berkata, wah berarti tante Lidia saat ini tidur ngak pake CD dan ketika keluar dari kamar mandi mataku otomatis tertuju pada bawah pusar tante Lidia yang saat itu terlentang dengan dengkuran yang halus, namun tidak dapat kulihat dengan jelas karena lampu kamar yang redup. Malam itu aku ngak bisa tidur, terbayang tubuh tante Lidia yang lagi mandi juga terbayang Cdnya juga terbayang yang lain-lainnya dengan kontolku yang tegak ngak tidur-tidur… sialan… umpatku dalam hati.

Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, namun mataku ngak bisa terpejam, tiba-tiba aku dengar suara:
“Jan… Januar.”
Aku pura-pura ngak mendengar.
“Januar”, kali ini suaranya agak keras dan kayak orang gemetaran.
“Iya tante Lidia ada apa?”, tanyaku sambil pura-pura lemas.
“Tolong Januar tante pinjam selimutnya, ngak tahu nih tante kedinginan..”, balasnya.
Aku bangun dan berjalan menghampirinya sambil menyerahkan selimut yang aku jadikan alas”, kamu tidur diatas aja Januar disamping tante…”
“Iya tante…”, jawabku, tetapi dadaku tambah deg-degan, maklum otakku mulai ditumbuhi hal-hal porno.
“Sini selimutnya berduaan biar kamu ngak kedinginan”, katanya, seperti kerbau dicucuk hidungnya aku nurut aja memepetkan badanku kedekat tante, maklum selimutnya kecil jadi untuk berdua harus mepet.

Tante Lidia miring membelakangiku sedang aku masih terlentang, kudengar nafasnya teratur dengan halus menandakan dia terlelap lagi, aku menghadap tanteku dan tak sengaja kontolku menyentuh pantatnya, ada desiran aneh didarahku dan rasa hangat dikemaluanku, aku sengaja menyentuhkan kemaluanku di pantatnya dan rasa hangat itu kembali menjalar, semakin kudekatkan dan semakin menempel aku makin merasakan kehangatan itu, aku berhati-hati sekali takut tante Lidia terbangun aku menyingkapkan daster bagian belakang tante Lidia keatas, oww… terlihat jelas buah pinggulnya yang kembar sangat mulus, maklum belum punya anak, dan diantara dua belah pantatnya aku Lidia ada sebuah gundukan berbulu dengan garis memanjang ditengahnya. Pikiranku makin tak karuan dan kulihat penisku, nampak diujungnya mengeluarkan cairan bening yang lincin langsung kuoleskan keseluruh ujung kepala penisku. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000

Perlahan aku sentuhkan penisku ke gundukan berbulu milik tante Lidia, “ohh…”, aku merintih perlahan merasakan sensasi sentuhan penisku pada vagina tante Lidia, kugerakkan sedikit pantatku untuk menekan vagina tante Lidia, namun aku tidak tahan menahan sesuatu yang hendak meledak keluar dari dalam penisku dan croot… croot… croooot… aku keluar… kupejamkan mataku untuk menikmatinya,
Kulihat spermaku banyak tumpah dibulu vagina dan paha bagiaan dalam tante Lidia, karena takut tante Lidia terbangun maka aku segera tidur, dengan senyum penuh kepuasan.

“Januar…bangun udah jam 8 pagi”, sayup kudengar ada orang membangunkanku, aku segera membuka mata dan melihat tante Lidia sudah selesai mandi. Tante Lidia  memakai handuk yang dililitkan didadanya sambil tersenyum tante Lidia menghampiriku dan duduk disebelahku:
“Januar tadi malam kamu mimpi ya..?”
“Eng…”, belum sempat aku menjawab tante Lidia meneruskan bicaranya.
“Berarti sekarang kamu sudah aqil balig, kamu harus mandi wajib, tadi pagi di paha dan pantat tante banyak kena tumpahin sperma kamu”, kata tante Lidia .
“Maaf tante… Januar ngak sengaja”, jawabku spontan karena terkejut, “mati aku… Duh malunya…”, bathinku dalam hati.
“Nah lihat tu… burung kamu bangun mulai tadi…”, kata tante Lidia sambil matanya melihat kebawah perutku.
Astagaaaaaa… Rupanya semalam aku lupa memasukkan burungku kedalam sangkarnya dan mulai pagi tadi dilihat sama tante Lidia .
“Maaf tante…”, kataku dengan malu-malu sambil menarik celanaku dan memasukkan batangku kedalam Cdku, tiba- tiba.
“Jangan dimasukkan dulu Januar…! Januar kan sudah dewasa sekarang… namun Januar belum diketahui Januar itu sempurna apa tidak…”, kata tante Lidia.
“Sempurna gimana tante..??”, tanyaku sambil menggeruntukan dahiku, untuk yang ini aku memang ngak tahu, bukan pura pura ngak tahu.
“Kadang ada orang yang sukanya sesama jenisnya sendiri, trus ada yang impoten akhirnya ditinggal pergi sama istrinya, jadi tante pingin tahu Januar sempurna apa tidak, kamu keluarin lagi deh burungnya!”, perintah tante Lidia, Akupun spontan mengeluarkan lagi penisku dari dalam celanaku yang kebetulan masih kaku.
Kulihat Tante Lidia menelan ludah sedikit melirik kepenisku, dan tante Lidia berkata “Januar diam aja ya nanti, Januar pejamkan mata aja kalau takut sakit, ini Cuma tes aja koq…”
“Baik tante.”

Aku memejamkan mata, dan aku rasakan tante Lidia naik keatas tubuhku tanpa melepas handik yang dipakainya, dan kurasakan penisku tertempel oleh benda berbulu dan basah sehingga aku merasa sedikit geli dan terkejut .
“Emm..”, aku berguman sambil terpejam.
“Kenapa Januar…sakit..??”, agak berbisik suara tante Lidia dengan nafas sedikit bernafsu.
“Enggak tante…ngak apa-apa.”

Ada sedikit gerakan yang dilakukan tante Lidia sehingga vaginanya menekan penisku kearah atas trus kebawah dan itu berlangsung beberapa saat, aku merasakan geli yang luar biasa dan aku menggigit bibir bawahku supaya tidak bersuara, aku membuka sedikit mataku ingin melihat wajah tante Lidia, ternyata tante Lidia memejamkan matanya juga sambil menggigit bibirnya juga, gesekan antara vagina tante Lidia dan penisku makin licin sehingga berbunyi “tet… pret… pret… pret…” setiap tante Lidia memaju mundurkan vaginanya diatas penisku.

Kemudian tante Lidia berhenti bergerak, dan dengan nafas agak tak teratur bilang:
“Januar… sekarang tes terakhir ya…”
“iya tante… Januar siap”.

Aku merasakan jari tante Lidia memegang penisku bagian tengahnya, sesaat kemudian aku merasakan kepala penisku menyeruak suatu lubang yang agak lebar sehingga gampang masuknya, aku merasakannya sambil memejamkan mata dan menikmatinya.

Ketika baru sepertiga masuk aku merasakan ujung penisku membentur semacam dinding yang berlobang kecil sekali, dan lobang itu kayaknya seperti cincin, kepala penisku terarah kesana dan kurasakan pemilih lobang itu yaitu tante Lidia berusaha untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya namun agak kesulitan.

Kurasakan tekanan tante Lidia makin kuat terhadap penisku dan sepertinya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin itu rasanya nyilu nyilu enak sehingga aku keluar suara.
“aakh…”
Tante Lidia menghentikan gerakannya .
“Gimana Januar… Sakit..??”
“Enggak tante ngak apa apa…”
Tiba-tiba kurasakan lobang cincin itu berkedut-kedut dan meremas perbatasan antara kepala penisku dan batangnya, tadi mungkin kepalanya sudah melewati cincin itu, dan sepertinya kepala penisku diempot oleh benda didalam vagina tante Lidia.
“Akh… akh…”, tiba-tiba tante Lidia bersuara.

Kembali kurasakan jepitan cincin itu makin kuat dan penisku sepertinya tersiram air hangat didalam vagina tante Lidia, akupun kehilangan kendali merasakan jepitan itu dan tidak dapat menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam penisku dan aku terpekik akh… Crooot…croot..crot… Sekitar 4 kali cairan itu menyemprot kedalam vagina tante Lidia. Bonus Top Up Account Rp 1.500.000
Penisku masih tertanam didalam vagina tante Lidia beberapa saat kuliahat tante Lidia masih memejamkan matanya…

“Udah tante tesnya…??”, tanyaku.
“Emm udah… Januar, ternyata kamu laki-laki yang normal”, jawabnya sambil mengangkat pantatnya melepaskan penisku divaginanya, trus tante Lidia berjalan ke kamar mandi.

Aku melihat kearah penisku, disana ternyata banyak berlepotan cairan berwarna putih, ada yang kental ada yang bening sebagian lagi ada di bulu-buluku yang masih halus, aku berpikir dalam hati. Seandainya tes ini dilakukan setiap hari, mungkin aku tidak adak menolaknya.
Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot